SEJAK pandemi virus corona yang menyerang berbagai negara di dunia, aplikasi video conference Zoom mendadak diburu para pekerja, maupun pebisnis.
Hal itu dilakukan oleh sejumlah perusahaan demi bisa tetap meeting, meskipun tak bertatap muka secara langsung.
Baca Juga:
Mengintip Deretan Layanan Musik Streaming Paling Populer Saat Ini
Tapi, disisi lain, terbesit isu privasi serta keamanan para penguna zoom. Hal itu pun sontak saja membuat para pengguna Zoom merasa khawatir.
Terkait hal itu, CEO Zoom Eric S. Yuan angkat bicara tentang laju aplikasi besutannya yang sangat pesat di tengah pandemi virus corona. Bagi Eric, ada hal menurutnya salah langkah.
"Kami bergerak terlalu cepat dan kami salah langkah," tutur Eric pada wawancara dengan CNN seperti yang dilansir dari laman The Verge.
Lebih lanjut Eric menambahkan "Kami sudah belajar dari pengalaman dan kami mengambil langkah untuk fokus pada privasi keamanan."
Baca Juga:
Bantu Para Tenaga Medis, Apple Akan Desain dan Produksi Jutaan APD
Dalam hal ini, privasi dan kemanan merupakan sebuah hal yang amat penting bagi para pengguna dalam memanfaatkan sebuah layanan.
Terlebih di tengah pandemi COVID-19, di mana semakin banyak yang menggunakan Zoom. Mirisnya, belakangan ini ada kasus orang tak dikenal ikut nimbrung saat meeting online.
Mengenai hal itu Eric juga telah menyampaikan permintaan maafnya pada para pengguna Zoom, lantaran sudah lalai dalam memperhatikan keamanan serta privasi pada layanannya.
Zoom telah mengambil kebijakan dalam 90 hari ke depan, jika perusahaan tersebut tak akan menambah fitur baru untuk memperbaiki masalah yang menerpanya.
Selain itu Zoom juga telah menghentikan fungsi pengiriman data ke Facebook, yang dipermasalahkan banyak pihak.
Lantaran adanya masalah itu, perusahaan pesawat antariksa besutan Elon Musk, SpaceX, melarang karyawannya menggunakan Zoom. Begitupula dengan sekolah di New York, Amerika Serikat, yang juga mulai melarang penggunaan aplikasi video conference tersebut. (Ryn)
Baca Juga: