Merahputih.com - Era layar lebar dalam genggaman tampaknya mulai bergeser. Netflix secara resmi mengonfirmasi akan meluncurkan fitur video vertikal pada aplikasi mobile-nya akhir tahun 2026 ini. Langkah ambisius ini diambil setelah perusahaan melakukan serangkaian uji coba intensif selama lebih dari enam bulan untuk melihat reaksi pengguna.
Co-CEO Netflix, Greg Peters, mengungkapkan bahwa perombakan desain aplikasi seluler ini bertujuan untuk menyesuaikan visi bisnis perusahaan dalam sepuluh tahun ke depan.
Baca juga:
Netflix makin Agresif, Perbarui Tawaran ke Warner Bros Jadi Rp 1.221 Triliun Tunai
Integrasi video vertikal yang dapat digeser (swipeable) menjadi senjata utama Netflix untuk merebut perhatian audiens di tengah gempuran konten pendek media sosial.
"Anda bisa membayangkan kami menghadirkan lebih banyak klip berdasarkan jenis konten baru, seperti video podcast," ujar Greg Peters dilansir dari TechCrunch.
Melawan "Sindrom Video Vertikal" demi Engagement
Meski banyak pengamat teknologi mengkritik fenomena ini sebagai "Sindrom Video Vertikal" karena dianggap membuang potensi layar sinematik, Netflix melihat sebaliknya. Penggunaan ponsel yang secara alami digenggam secara tegak menjadi alasan utama Netflix tidak lagi mewajibkan pengguna memutar perangkat mereka 90 derajat ke posisi landscape.
Netflix sebelumnya telah bereksperimen dengan cuplikan pendek dari film dan serial populer mereka sejak Mei lalu.
Namun, pernyataan Peters mengisyaratkan bahwa ke depannya, konten vertikal ini tidak hanya terbatas pada trailer, melainkan mencakup jenis konten orisinal lainnya yang dirancang khusus untuk konsumsi cepat.
Baca juga:
Netflix Rilis Film Coming of Age 'Surat untuk Masa Mudaku', Tayang 29 Januari 2026
Ambisi Dominasi Konten Pendek
Strategi ini merupakan upaya nyata Netflix untuk meningkatkan time spent atau durasi waktu yang dihabiskan pengguna di dalam aplikasi.
Dengan fitur swipeable short-form clips, Netflix berharap pengguna tidak hanya datang untuk menonton film berdurasi panjang, tetapi juga tetap bertahan untuk menikmati konten-konten mikro yang adiktif.
"Kami ingin melayani ekspansi bisnis kami secara lebih baik di dekade mendatang," tegas Peters.
| Fitur Utama | Status Saat Ini | Pembaruan Tahun 2026 |
| Orientasi Layar | Dominan Landscape (Horizontal) | Integrasi Penuh Video Vertikal |
| Navigasi Konten | Klik & Putar | Swipe-able (Geser Atas-Bawah) |
| Jenis Konten Baru | Film & Serial TV | Video Podcast & Klip Pendek |
| Tujuan Desain | Katalog Tradisional | Engagement Berbasis Durasi Scrolling |
| Target Perangkat | Smart TV & Mobile | Prioritas Optimalisasi Mobile App |