CEO Zoom Mengaku Salah Langkah? Ada Apa?

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Senin, 06 April 2020
CEO Zoom Mengaku Salah Langkah? Ada Apa?

CEO Zoom mengaku telah salah langkah (Foto: metro.co.uk)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SEJAK pandemi virus corona yang menyerang berbagai negara di dunia, aplikasi video conference Zoom mendadak diburu para pekerja, maupun pebisnis.

Hal itu dilakukan oleh sejumlah perusahaan demi bisa tetap meeting, meskipun tak bertatap muka secara langsung.

Baca Juga:

Mengintip Deretan Layanan Musik Streaming Paling Populer Saat Ini

Tapi, disisi lain, terbesit isu privasi serta keamanan para penguna zoom. Hal itu pun sontak saja membuat para pengguna Zoom merasa khawatir.

Ditengah pandemi corona, kian banyak orang yang menggunakan aplikasi Zoom (Foto: addictivetips)

Terkait hal itu, CEO Zoom Eric S. Yuan angkat bicara tentang laju aplikasi besutannya yang sangat pesat di tengah pandemi virus corona. Bagi Eric, ada hal menurutnya salah langkah.

"Kami bergerak terlalu cepat dan kami salah langkah," tutur Eric pada wawancara dengan CNN seperti yang dilansir dari laman The Verge.

Lebih lanjut Eric menambahkan "Kami sudah belajar dari pengalaman dan kami mengambil langkah untuk fokus pada privasi keamanan."

Baca Juga:

Bantu Para Tenaga Medis, Apple Akan Desain dan Produksi Jutaan APD

Dalam hal ini, privasi dan kemanan merupakan sebuah hal yang amat penting bagi para pengguna dalam memanfaatkan sebuah layanan.

Terlebih di tengah pandemi COVID-19, di mana semakin banyak yang menggunakan Zoom. Mirisnya, belakangan ini ada kasus orang tak dikenal ikut nimbrung saat meeting online.

Mengenai hal itu Eric juga telah menyampaikan permintaan maafnya pada para pengguna Zoom, lantaran sudah lalai dalam memperhatikan keamanan serta privasi pada layanannya.

Karena tersiar kasus Zoom disusupi orang tak dikenal, banyak pihak ragu menggunakan Zoom (Foto: pixabay/geralt)

Zoom telah mengambil kebijakan dalam 90 hari ke depan, jika perusahaan tersebut tak akan menambah fitur baru untuk memperbaiki masalah yang menerpanya.

Selain itu Zoom juga telah menghentikan fungsi pengiriman data ke Facebook, yang dipermasalahkan banyak pihak.

Lantaran adanya masalah itu, perusahaan pesawat antariksa besutan Elon Musk, SpaceX, melarang karyawannya menggunakan Zoom. Begitupula dengan sekolah di New York, Amerika Serikat, yang juga mulai melarang penggunaan aplikasi video conference tersebut. (Ryn)

Baca Juga:

Pentingnya Asuransi Kesehatan Bagi Pekerja Milenial

#Aplikasi Video #Virus Corona
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Tekno
Netflix Bakal Luncurkan Video Vertikal, Siap Saingi TikTok dan Reels
Dengan fitur swipeable short-form clips, Netflix berharap pengguna tidak hanya datang untuk menonton film berdurasi panjang
Angga Yudha Pratama - Kamis, 22 Januari 2026
Netflix Bakal Luncurkan Video Vertikal, Siap Saingi TikTok dan Reels
Dunia
Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Virus baru ini berasal dari subgenus merbecovirus, yang juga termasuk virus penyebab Middle East Respiratory Syndrome (MERS).
Dwi Astarini - Jumat, 21 Februari 2025
 Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Fun
Blackmagic Hadirkan Aplikasi Perekaman Video Profesional
Blackmagic Camera saat ini gratis untuk diunduh via App Store.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 15 September 2023
Blackmagic Hadirkan Aplikasi Perekaman Video Profesional
Bagikan