Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup Fun

Cathay Pacific Pernah Jual Tiket First Class dan Bisnis dengan Harga Ekonomi

P Suryo R - Selasa, 03 Januari 2023

CATHAY Pacific Airways sempat mengalami beberapa waktu lalu gangguan sistem ticketing yang aneh. Raksasa penerbangan Asia itu secara tak sengaja menjual tiket first class dan bisnis dengan harga kelas ekonomi.

Kekeliruan tersebut tentu saja menguntungkan para konsumennya yang telanjur mendapatkan 'tiket bonus'. Setelah menyadari kesalahannya, maskapai yang berbasis di Hong Kong itu tidak menarik kembali atau menerapkan harga tambahan kepada penumpangnya.

Cathay Pacific Airways saat itu justru menjamin penerbangan di first class dan bisnis yang terjual akibat salah harga di situs mereka beberapa waktu lalu.

Di akun twitternya, mereka memberikan statement, 'Kami melakukan kesalahan tapi kami tetap menanti Anda di pesawat dengan tiket tersebut. Semoga 2019 Anda berkesan'.

Baca Juga:

Xbox Series X, Console Next-Gen yang Menjadi Lawan PS5

pesawat
Cathay Pacific mengakui kesalahan pencantuman harga pada tiket. (Unsplash/Alexander Schimmeck)

Melansir dari laman Reuters (3/1), menyebutkan tiket pulang pergi Vietnam ke New York terjual seharga USD675 (sekitar Rp9,8 juta), jauh dari harga normal USD16 ribu dolar (sekitar Rp231,6 juta) karena kesalahan tersebut.

Cathay Pacific, sambil menggunakan tanda pagar 'Promisemadepromisekept' dan 'lessonlearnt' menyatakan harga kelas ekonomi berlaku untuk tiket yang telah terjual tersebut dan saat itu pula harga tersebut sudah tidak ada di situs Cathay Pacific.

Kesalahan harga tiket ini sempat diperbincangkan di blog dan forum mengenai penerbangan, mereka bertaruh apakah Cathay Pacific akan mempertahankan harga murah tersebut. Kejadian ini menjadikan pukulan berat tambahan bagi Cathay Pacific. Oktober di tahun itu, Cathay Pacific dikritik karena data pribadi sekitar 9,4 juta pengguna mereka bocor.

Mereka baru menyadari peretasan tersebut tujuh bulan setelah kejadian. Maskapai tersebut mengaku mereka menghabiskan 127,7 juta dolar untuk infrastruktur TIK dan keamanan selama tiga tahun belakangan.(DGS)

Baca Juga:

Wall of Fades 2019 Jadi The Greatest Denim Exhibition in South East Asia

Baca Artikel Asli