Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Cara Wali Kota Risma Cegah Penyebaran Virus Corona

Andika Pratama - Minggu, 15 Maret 2020

MerahPutih.com - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memimpin langsung usaha pencegahan penyebaran virus Corona di kota pahlawan. Risma turun tangan langsung memimpin sejumlah sosialisasi di tengah masyarakat.

Salah satu sosialisasi yang dilakukan adalah dengan mengajak masyarakat rutin mencuci tangan setelah beraktivitas. Selain sosialisasi, Risma rupanya juga telah menyiapkan langkah antisipasi dari jauh-jauh hari.

Baca Juga

Budi Karya Sempat Sesak Nafas Sebelum Positif Terinfeksi Virus Corona

Salah satu langkah antisipasi pemerintah kota Surabaya dengan menyiapkan ratusan ribu masker bagi warganya. Di saat pemerintah daerah lain kesulitan dalam mengontrol gejolak harga dan persediaan masker, kebijakan Risma menyimpan persediaan masker malah membuat stok di Surabaya aman.

”Sebetulnya saat itu saya minta Dinas Kesehatan untuk menyimpan persediaan masker. Sekarang di kelurahan nyimpennya. Jadi bukan terus aku nimbun. Jadi sudah dibagi ke kelurahan. Nanti boleh dicek di kelurahan, cek di Puskesmas," ungkap Risma kepada wartawan, Minggu (15/3).

Keraton Kasunanan Surakarta memberikan gelar bangsawan kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Kamis (5/3). (MP/Ismail)
Keraton Kasunanan Surakarta memberikan gelar bangsawan kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Kamis (5/3). (MP/Ismail)

Sejatinya Risma mempersiapkan masker-masker itu untuk mengantisipasi jikalau ada bencana letusan gunung Kelud. Namun ternyata langkah antisipatif itu sangat berguna untuk pencegahan Corona saat ini.

Langkah cermat dan penuh antisipatif dari Risma berkebalikan dengan apa yang terjadi di DKI. Di daerah yang menjadi ibu kota provinsi, pemangku kepentingannya sejak awal tidak memiliki banyak persiapan dalam mengantisipasi kelangkaan masker dan alat kebersihan.

Baca Juga

Pembentukan Gugus Tugas Corona Dinilai Kalah Cepat Dibandingkan Pemda

Akibatnya hingga kini kedua alat yang berguna bagi pencegahan virus Corona masih langka dan harganya pun mahal di pasaran Jakarta.

Akibat langkah antisipatif dari pemerintah Kota Surabaya, angka penyebaran virus Corona hingga pekan ini masih nihil. Sebaliknya DKI Jakarta menjadi kota dengan angka penyebaran virus Corona terbesar. (Knu)

Baca Artikel Asli