Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Cak Imin: Kiprah Perjuangan PKB Fleksibel

Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 31 Desember 2021

MerahPutih.com - Sistem politik Indonesia diklaim mengalami kemajuan sejak era reformasi yang terjadi 20 tahun lalu. Kemajuan tersebut salah satunya terlihat pada seleksi alam yang dialami partai politik, yaitu alat ukur partai politik yang berhak eksis adalah saat mendapat dukungan kuat dari masyarakat.

"Kondisi sekarang dengan sembilan partai politik ideal dibanding dulu saat Orde Baru cuma tiga partai politik. Kenapa? Karena masyarakat kita memiliki latar belakang bermacam-macam, primordialitas kelompok masih tinggi tidak bisa disederhanakan dalam dua atau tiga partai politik saja," kata Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar di Jakarta, Kamis (31/12).

Baca Juga:

PKB: Belum Ada Jaminan Elektabilitas Tinggi Menang Pilpres

Muhaimin yang juga Wakil Ketua DPR menjelaskan, efektivitas demokrasi dapat terwujud jika partai politik mampu mengutus perwakilan yang akuntabel dan dapat dikendalikan oleh ideologi masing-masing partai.

Hal itu dinilainya sebagai kesempatan emas bagi PKB sebagai partai yang memiliki ideologi kuat, berkarakter nasionalis-religius serta tren elektabilitas yang terus naik.

"Kesempatan emas yang dimaksud adalah PKB punya kelengkapan syarat ideologi di antara partai-partai politik yang lain. Di sisi yang lain kita juga punya background nasionalisme yang kuat dan kokoh," ujarnya.

Ketum PKB Muhaimin. (Foto: Antara)
Ketum PKB Muhaimin. (Foto: Antara)

Muhaimin mengatakan, kesempatan emas lainnya juga terbukti dari kiprah perjuangan PKB yang fleksibel dan mudah diterima semua kalangan. Kiprah perjuangan dengan model tersebut harus dipertahankan dan dikembangkan di tengah masyarakat.

Cak Imin menegaskan, dengan latar belakang ideologi yang kuat serta kiprah perjuangan PKB yang masif dan mudah diterima semua kalangan, dirinya mendorong seluruh kader dan pengurus untuk mengajak masyarakat sebanyak mungkin untuk bergabung dengan PKB.

"Ajak masyarakat untuk bergabung dengan PKB, sampaikan kepada masyarakat jangan menyia-nyiakan hak pilih. Menyia-nyiakan hak pilih itu adalah ketika mereka memilih partai yang hampir bisa dipastikan tidak akan lolos (pemilu)," katanya dikutip Antara (*)

Baca Juga:

PKB Klaim Sebagai Penentu Kemenangan Pilpres

Baca Artikel Asli