PKB Klaim Sebagai Penentu Kemenangan Pilpres

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Selasa, 14 Desember 2021
PKB Klaim Sebagai Penentu Kemenangan Pilpres

PKB Surabaya saat mengirim bantuan untuk para korban letusan Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jatim, Rabu (8/12). (ANTARA/HO-PKB Surabaya)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menargetkan meraih 100 kursi di Parlemen pada Pemilu 2024, melebihi perolehan pada Pemilu 2019 yang mendudukan 58 kader PKB di DPR RI.

"Sangat optimis meraih 100 kursi di Senayan (DPR RI) dan saatnya memenangkan Gus Muhaimin sebagai Presiden 2024," kata Anggota DPR RI sekaligus Politikus DPR Nasim Khan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (14/12).

Baca Juga:

Alasan PKB Setujui Andika Perkasa Jadi Panglima TNI

Nasim mengklaim, siapapun calon presiden yang didukung PKB, terbukti selalu keluar sebagai pemenang.

"Sejarah selalu mencatat PKB sebagai penentu kemenangan saat Pilpres," katanya.

Nasim menjelaskan, alasan keyakinan itu karena PKB merupakan partai politik berideologi religius nasionalis yang dilahirkan oleh para kiai, ulama dan masyayikh Nahdatul Ulama (NU), salah satunya KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

"Atas usulan dari warga NU di seluruh pelosok Indonesia, yang mana menjadi wadah bagi 91 juta warga Nahdhiyin dalam menyampaikan aspirasinya," kata Nasim menegaskan.

Selain itu, didapuknya Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin) sebagai panglima santri oleh para kiai, ulama dan jutaan santri juga menjadi bukti, tokoh yang saat ini bisa merepresentasikan politik Nahdlatul Ulama (NU) adalah ketua umumnya.

"Warga NU baik yang struktural maupun yang kultural dari kalangan pesantren, santri, kalangan milenial dan masyarakat pedesaan pasti akan memberikan amanah suaranya ke partai atau tokoh yang dianggap sebagai representasi NU,"kata Nasim.

Anggota Komisi VI DPR RI Nasim Khan (tengah). (ANTARA/ HO/ Dok. Pribadi)
Anggota Komisi VI DPR RI Nasim Khan (tengah). (ANTARA/ HO/ Dok. Pribadi)

Selain itu, PKB mengklaim memiliki kader yang sangat militan di seluruh indonesia, bahkan di beberapa negara. PKB memiliki kader ideologis dan militan di hampir 75 ribu desa.

"Lumbung suara kami sudah sangat jelas," ujarnya.

Meski partainya berbasis NU, kata Nasim, tetapi PKB merupakan partai yang sangat terbuka. Hal itu dibuktikan dengan adanya sejumlah anggota yang berasal dari luar NU, bahkan beberapa kader memiliki latar belakang agama yang bukan Islam.

"PKB merupakan partai yang bersifat kejuangan, kebangsaan, terbuka, dan demokratis. PKB memiliki pengalaman dan mental sebagai pemenang di Pemilihan Presiden sejak partai itu dilahirkan," katanya. (Pon)

Baca Juga:

PKB Targetkan Pimpin Koalisi Demi Muluskan Jalan Cak Imin di Pilpres

#PKB #Pemilu #Pilpres #Pileg
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
10 Isu Strategis Dalam Rancangan Undang-Undang Pemilu
Isu-isu strategis yang akan dibahas itu menjadi dasar bagi panja untuk mengundang pihak-pihak terkait guna menyampaikan saran dan masukannya terhadap sistem Pemilu.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 05 Oktober 2026
10 Isu Strategis Dalam Rancangan Undang-Undang Pemilu
Dunia
Pilpres Brazil 2 Putaran, Petahana Dikalahkan Oposisi
Calon presiden Flavio Bolsonari memperoleh suara 47,23 persen. Kemudian, Lula da Silva memperoleh suara 44,93 persen.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 05 Oktober 2026
Pilpres Brazil 2 Putaran, Petahana Dikalahkan Oposisi
Indonesia
PKB Sebut Parliamentary Threshold 6 Persen Sudah Ideal
PT enam persen merupakan titik keseimbangan antara kebutuhan penyederhanaan sistem kepartaian di DPR dan kewajiban mempertahankan proporsionalitas representasi politik.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
PKB Sebut  Parliamentary Threshold 6 Persen Sudah Ideal
Indonesia
Legislator Golkar Komentari Usul Dapil Nasional: Menarik, tapi jangan Bikin Bingung
Sistem tersebut menarik karena partai politik memiliki peran dalam menentukan calon yang memperoleh mandat rakyat.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Legislator Golkar Komentari Usul Dapil Nasional: Menarik, tapi jangan Bikin Bingung
Indonesia
Punya 2 Juta Suara Terbuang, Demokrat Usul Dapil Nasional
Pembahasan mengenai mekanisme tersebut, masih terus dilakukan id antara partai politik sebagai bagian dari penyusunan revisi Undang-Undang Pemilu.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Punya 2 Juta Suara Terbuang, Demokrat Usul Dapil Nasional
Indonesia
Puan Pastikan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Pilpres Masih Wacana
Wacana-wacana itu masih merupakan perbincangan di antara partai politik dan belum masuk tahapan pembahasan di DPR RI.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Puan Pastikan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Pilpres Masih Wacana
Indonesia
PDIP Tunggu Naskah Akademik Capres-Cawapres Harus Diusung 2 Fraksi DPR
Deddy meminta pembahasan mengenai mekanisme tersebut dilakukan setelah dokumen resmi revisi UU Pemilu tersedia.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
PDIP Tunggu Naskah Akademik Capres-Cawapres Harus Diusung 2 Fraksi DPR
Indonesia
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Penaikan PT diperlukan untuk mendorong efektivitas kerja parlemen.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Indonesia
Demokrat Usul Dapil Nasional di Tengah Wacana Parliamentary Threshold 7 Persen
Demokrat lebih menyoroti potensi banyaknya suara rakyat yang hangus akibat penerapan PT.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
Demokrat Usul Dapil Nasional di Tengah Wacana Parliamentary Threshold 7 Persen
Indonesia
PKB Dukung Batas Parlemen 5 Persen, Jaga Proporsionalitas Keterwakilan Politik
Di atas kertas, angka 5 persen diprediksikan akan menghasilkan tujuh sampai delapan partai politik di parlemen, tidak jauh berbeda saat penerapan PT 4 persen seperti Pemilu 2024.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 18 September 2026
PKB Dukung Batas Parlemen 5 Persen, Jaga Proporsionalitas Keterwakilan Politik
Bagikan