Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Cadangan Beras 5 Juta Ton Diklaim Bikin Harga Beras Premium Stabil

Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 12 Mei 2026

MerahPutih.com - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyebut rata-rata harga beras premium secara nasional berada di Rp 15.758 per kilogram (kg) atau sedikit menurun dibandingkan seminggu sebelumnya yang berada di Rp 15.801 per kg.



Stabilitas harga beras nasional saat ini ditopang ketersediaan cadangan beras pemerintah (CBP), yang dikelola Perum Bulog, mencapai sekitar lima juta ton.

Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah terus menjaga keseimbangan harga agar menguntungkan petani, sekaligus tetap terjangkau bagi masyarakat.

"Pemerintah itu harus adil pada semua pihak. Ini petani, ini pedagang beras, (hingga) konsumen. Petani 115 juta orang seluruh Indonesia yang berproduksi padi," kata Amran sebagaimana keterangannya di Jakarta, Selasa (12/5).

Baca juga:

Bulog Serap 2,4 Juta Ton Beras Petani, Semuanya Jadi Cadangan Pemerintah

Instrumen harga pembelian pemerintah (HPP) gabah kering panen (GKP) sebesar Rp 6.500 per kilogram (kg) diterapkan untuk melindungi harga gabah di tingkat petani agar tidak jatuh saat panen raya.

Sementara itu, harga eceran tertinggi (HET) digunakan sebagai acuan pengendalian harga di tingkat konsumen guna menjaga keterjangkauan pangan.

Amran menegaskan, petani harus memperoleh keuntungan yang layak agar tetap berproduksi dan menjaga ketahanan pangan nasional.

"Kalau petani rugi, dia tidak akan produksi padi. Tidak produksi padi, impor. Impor berarti kita pro pada negara lain," ujarnya.

Rata-rata harga beras dalam pantauan Bapanas hingga 10 Mei, harga beras premium memang telah melampaui HET, terutama di Indonesia timur.

Sementara, untuk rata-rata harga beras medium terpantau masih terjaga dalam rentang HET. Secara nasional, rata-rata harga beras medium tercatat berada di Rp 13.444 per kg. Jika dibandingkan seminggu sebelumnya, naik tipis 0,06 persen dari Rp 13.436 per kg.

Kemudian, harga gabah kering panen tingkat panen yang disebut-sebut faktor pemicu fluktuasi harga beras, Bapanas mencatat rata-rata secara nasional berada di harga Rp 6.925 per kg.

Sulawesi Tenggara dilaporkan menjadi daerah dengan harga paling rendah di Rp 6.500 per kg dan daerah dengan harga paling tinggi adalah Sumatera Barat dengan Rp 7.700 per kg. (*)

Baca Artikel Asli