Tolak UMP, 20 Ribu Buruh Ancam Turun ke Jalan
Jumat, 03 November 2017 -
MerahPutih.com - Puluhan ribu massa buruh akan menggelar demonstrasi besar pada tanggal 10 November 2017 mendatang. Mereka akan bergerak dari Balai Kota DKI Jakarta menuju Istana Negara.
Deputi Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) M Rusdi mengatakan, hingga hari ini elemen buruh masih melakukan konsolidasi menuju tanggal 10 November.
Namun, dipastikan hampir seluruh elemen buruh se-Jawa dan Sumatera akan tumpah ruah di Jakarta.
"Estimasi dari KSPI sendiri 20 ribu lebih. Sementara, kita lakukan konsolidasi terus dengan elemen buruh luar KSPI. Daerah yang akan turun antara lain dari Jakarta, Jawa Barat, Jawa tengah, Banten, Jawa Timur, dan sebagian dari Sumatera," kata Rusdi di Kantor KSPI, Jalan Raya Pondok Gede Jakarta, Jumat (3/11).
Diakui Rusdi, aksi demonstrasi ini bukan hanya respons terhadap penetapan UMP DKI Jakarta tahun 2018, tetapi juga merespons penetapan PP 78/2015 serta sistem kerja yang dianggap tidak proburuh.
"Sebetulnya kita rencanakan aksi 10 November sebelum penetapan UMP DKI, kita sudah rencanakan aksi jauh sebelumnya, karena ada PP 78 itu," katanya.
Secara umum, kata Rusdi, aksi 10 November merupakan momentum nasional untuk menolak sistem pengupahan murah.
"Setelah melakukan aksi di Balai Kota, buruh akan longmarch ke Istana Negara, yang disuarakan adalah cabut mandat Gubernur dan Wakil Gubernur Anies-Sandi, menolak UMP DKI dan cabut PP 78/2015," tandasnya. (Fdi)
Baca artikel terkait aksi buruh lainnya di: Tolak UMP Jakarta 2018, Puluhan Ribu Buruh Bakal Kepung Balai Kota