MerahPutih.com - Indonesia memiliki potensi laut dalam yang masih jarang untuk dieksplorasi meski nilai ekonominya juga tidak kalah menarik untuk dijelajahi.
Data Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyebutkan, dari total 6,4 juta kilometer luas perairan Indonesia, sebesar 4,4 juta km di antaranya merupakan perairan dalam dan sisanya 2juta km adalah perairan dangkal.
Baca juga:
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah meneliti keanekaragaman hayati di sekitar Palung Jawa untuk mengeksplorasi kekayaan biodiversitas laut dalam di perairan Indonesia tersebut.
Peneliti BRIN Yustian Rovi Alfiansah memaparkan, penelitian pada zona hadal Palung Jawa Tengah (Jateng) yang meliputi perairan sepanjang 3200 km, mulai dari wilayah Sumatera bagian selatan hingga Nusa Tenggara.
Ekspedisi tersebut dilakukan oleh Direktorat Pengelolaan Armada Kapal Riset dan BRIN yang bekerja sama dengan Institute for Deep Sea Research and Engineering (IDSSE), Chinese Academy of Sciences (CAS).
Ia menambahkan, ekspedisi tersebut menggunakan kapal riset dari Tiongkok, Tan Suo Yi Hao dan wahana kapal selam riset Fendouzhe.
"Riset ini bertujuan untuk mengeksplorasi kekayaan biodiversitas laut dalam yang memberi kemanfaatan bagi Indonesia dan untuk mendapat informasi baru mengenai keunikan geologi, biologi dan lingkungan dari zona subduksi Sunda, serta potensi dampaknya pada ekosistem hadal di Palung Jawa," katanya.
Dari ekspedisi tersebut, lanjut dia, diperoleh sejumlah sampel berupa tiga ekor teripang, enam sediment core, dan enam bongkahan batu.
"Tugas lebih menantang selanjutnya yakni melakukan analisis lebih lanjut terhadap sampel yang diperoleh, menyimpan dan menjaganya, mengolah data, dan mendiseminasikan kepada publik," katanya.
Penelitian ini yang berlangsung sejak 28 Februari hingga 22 Maret 2024 tersebut dilakukan oleh empat peneliti Indonesia bersama sejumlah peneliti asal Tiongkok.
Indonesia, hampir memiliki segala bentuk topografi dasar laut dapat dijumpai, seperti paparan dangkal, terumbu karang, lereng curam maupun landai, gunung api bawah laut, palung laut dalam, basin atau pasu yang terkurung dan lain sebagainya.
Karakteristik ini menjadikan Lautan Indonesia merupakan wilayah Marine Mega - Biodiversity terbesar di dunia, memiliki 8.500 species ikan, 555 species rumput laut dan 950 species biota terumbu karang. (*)
Baca juga:
Tanggapi Pernyataan Sandi, Peneliti BRIN Ingatkan Peran Penting Oposisi