BPIP Luncurkan Gerakan Memotong Pulsa untuk Donasi Pengemudi Ojol

Senin, 13 April 2020 - Angga Yudha Pratama

Merahputih.com - Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) dan MPR meluncurkan program donasi Fight COVID-19 lewat gerakan KitaBisa. Gerakan ini bekerjasama dengan GoGive lewat aplikasi Gojek.

Gerakan yang berlangsung April sampai Juni ini caranya cukup mudah. Yakni klik *811#. Gerakan ini memberi bantuan lewat pemotongan pulsa untuk menyelamatkan ekonomi masyarakat bawah terutama warga yang terdampak penanganan COVID-19 seperti pengemudi ojol.

Baca Juga

Unsur Panik dan Balas Budi di Balik Permenhub Izinkan Ojol Penumpang Versi Pakar

"Saatnya gotong royong di wujudkan dalam karya nyata dalam gerakkan solidaritas kemanusian,"kata Anggota Pembina BPIP Romo Benny Susetyo kepada Merahputih.com di Jakarta, Senin (13/4).

Benny melajutkan, gerakan ini lahir sebagai wujud aktualisasi nilai nilai gotong royong yang terpatri dalam sanubari bangsa "Lewat donasi pulsa. Jaringan gojek akan membelanjakan voucher untuk membeli makan di warteg," jelas Benny.

Gerakan ini juga bisa membuat efek perputaran ekonomi di bawah akan berjalan. ''Caranya cukup dengan menyumbang pulsa anda menghidupi ekonomi rakyat kecil," sebut pria yang juga rohaniwan Katolik ini.

Benny mengajak masyarakat untuk menjaga solidaritas sosial terhadap korban yang terpapar virus COVID-19. Salah satunya, adalah melakukan penggalangan dana bagi yang terkena dampak ekonomi akibat terinfeksi virus corona melalui media sosial.

"Dibutuhkan kreavitas dan solidaritas sosial yang didukung oleh peran media sosial dan network sangat penting untuk membantu saudara kita menghadapi krisis ekonomi bagi yang tidak memperoleh pendapatan," ujar Benny.

Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Romo Benny Susetyo

Dia menyatakan, berbagai kreativitas perlu diwujudkan. Sebab, banyak pekerja harian yang tak beruntung masa ini dan butuh uluran tangan.

Misalnya, dengan gerakan solidaritas sosial berbasis komunitas. Misalnya, setiap RT dan RW membuat bank pangan sebagai gerakan swasembada pangan untuk wilayah terkecil.

"Ini sangat efektif menghadapi kesulitan ekonomi. Bank pangan nantinya, memenuhi kebutuhan pokok masyarakat. Selain itu, kreativitas lain dengan menamam sayuran, cabe, tomat di pekarangan kosong di lingkungan," terang Benny.

Baca Juga

Tanggapan YLKI Soal Permenhub yang Izinkan Berboncengan di Motor

Selain lingkaran di lingkungan terkecil, jaringan sosial yang lebih besar lainnya bisa dijadikan network untuk saling berbagi dalam memenuhui kebutuhan pokok.

"Kesadaran untuk mewujudkan kesetiakawan dan gotong royong adalah wujud dari aktualisasi nilai Pancasila," tutup Benny. (Knu)

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan