Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

BPIP Ingatkan Rasialisme Bisa Memecah Belah Persatuan

Zulfikar Sy - Selasa, 26 Januari 2021

MerahPutih.com - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) meminta setiap elemen bangsa Indonesia agar tetap berpegang kepada Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara.

Staf khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP Antonius Benny Susetyo mengingatkan, dalam hal saling kritik, harus tetap menghargai dan menjunjung tinggi martabat manusia serta menghargai kebhinekaan.

"Untuk meredam konflik serta polemik atau upaya dari oknum-oknum tertentu untuk menggoreng isu rasialis, sebaiknya jika ada tindakan rasisme, langsung saja dibawa ke ranah hukum, nanti aparat penegak hukum yang akan menyelidiki dan menindak kalau-kalau ada tindakan rasis," kata Benny dalam keterangannya, Selasa, (26/1).

Baca Juga:

Natalius Pigai Sebut Rasisme Jadi Kejahatan Kolektif Negara pada Orang Papua

Benny menyayangkan masih adanya tindakan rasial yang menyinggung SARA dan menyerang martabat manusia seperti yang menimpa mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai baru-baru ini.

"Sayang sekali ya, harusnya tidak ada lagi pelecehan dan tindakan rasial yang nanti malah melebar ke mana-mana, dan malah jadi menyinggung kelompok tertentu. Tindakan rasialisme bertentangan dengan martabat kemanusiaan dan tidak dibenarkan," ujarnya.

Romo Benny Susetyo (kanan) saat Pertemuan Dialog Kerukunan Umat Beragama Katolik Tingkat Nasional di Denpasar, Minggu (11/10). (Foto: MP/Istimewa)
Romo Benny Susetyo (kanan) saat Pertemuan Dialog Kerukunan Umat Beragama Katolik Tingkat Nasional di Denpasar, Minggu (11/10). (Foto: MP/Istimewa)

Untuk itu, Benny mengajak seluruh elemen bangsa untuk bijak dalam berujar dan melontarkan pendapat di media sosial.

"Jangan sampai kemudian ujaran yang dilontarkan atau ditampilkan di media sosial malah membuka peluang kepada tindakan rasialis yang bisa saja dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu untuk memecah belah persatuan bangsa," sambung dia.

Benny juga mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk melawan kritikan dengan kritikan, bukan dengan ujaran yang berpotensi menimbulkan tindakan rasisme kepada kelompok etnis atau agama tertentu.

"Sudah saatnya kita dewasa ya, dan arif dalam merespons kritik, kritik itu biasa, tetapi kalau direspons dengan cara yang salah, nantinya malah jadi masalah yang sejatinya tidak perlu ada," kata Benny.

Baca Juga:

Ketum Projamin Dilaporkan ke Polisi Terkait Dugaan Hinaan ke Natalius Pigai

Sebelumnya, akun Facebook dengan nama Ambroncius Nababan mengundang perhatian publik karena dituding melakukan rasisme terhadap Natalius Pigai.

Ambroncius membagikan narasi yang membandingkan Pigai dengan gorila dan kadal gurun. Dia mengunggah foto itu usai Pigai menolak vaksin COVID-19 dengan menyebut sikapnya merupakan hak asasi rakyat.

"Mohon maaf yang sebesar-besarnya. Vaksin sinovac itu dibuat untuk manusia bukan untuk gorilla apalagi kadal gurun. Karena menurut UU Gorilla dan kadal gurun tidak perlu divaksin. Faham?" tulis Ambroncius. (Pon)

Baca Juga:

Rusuh di Papua Dipicu Rasialisme, Natalius Pigai: Itu Tindakan Perlawanan!

Baca Artikel Asli