BPIP Ingatkan Rasialisme Bisa Memecah Belah Persatuan

Zulfikar SyZulfikar Sy - Selasa, 26 Januari 2021
BPIP Ingatkan Rasialisme Bisa Memecah Belah Persatuan

Ilustrasi. (Foto: MP/Pixabay.com/Tumisu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) meminta setiap elemen bangsa Indonesia agar tetap berpegang kepada Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara.

Staf khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP Antonius Benny Susetyo mengingatkan, dalam hal saling kritik, harus tetap menghargai dan menjunjung tinggi martabat manusia serta menghargai kebhinekaan.

"Untuk meredam konflik serta polemik atau upaya dari oknum-oknum tertentu untuk menggoreng isu rasialis, sebaiknya jika ada tindakan rasisme, langsung saja dibawa ke ranah hukum, nanti aparat penegak hukum yang akan menyelidiki dan menindak kalau-kalau ada tindakan rasis," kata Benny dalam keterangannya, Selasa, (26/1).

Baca Juga:

Natalius Pigai Sebut Rasisme Jadi Kejahatan Kolektif Negara pada Orang Papua

Benny menyayangkan masih adanya tindakan rasial yang menyinggung SARA dan menyerang martabat manusia seperti yang menimpa mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai baru-baru ini.

"Sayang sekali ya, harusnya tidak ada lagi pelecehan dan tindakan rasial yang nanti malah melebar ke mana-mana, dan malah jadi menyinggung kelompok tertentu. Tindakan rasialisme bertentangan dengan martabat kemanusiaan dan tidak dibenarkan," ujarnya.

Romo Benny Susetyo (kanan) saat Pertemuan Dialog Kerukunan Umat Beragama Katolik Tingkat Nasional di Denpasar, Minggu (11/10). (Foto: MP/Istimewa)
Romo Benny Susetyo (kanan) saat Pertemuan Dialog Kerukunan Umat Beragama Katolik Tingkat Nasional di Denpasar, Minggu (11/10). (Foto: MP/Istimewa)

Untuk itu, Benny mengajak seluruh elemen bangsa untuk bijak dalam berujar dan melontarkan pendapat di media sosial.

"Jangan sampai kemudian ujaran yang dilontarkan atau ditampilkan di media sosial malah membuka peluang kepada tindakan rasialis yang bisa saja dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu untuk memecah belah persatuan bangsa," sambung dia.

Benny juga mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk melawan kritikan dengan kritikan, bukan dengan ujaran yang berpotensi menimbulkan tindakan rasisme kepada kelompok etnis atau agama tertentu.

"Sudah saatnya kita dewasa ya, dan arif dalam merespons kritik, kritik itu biasa, tetapi kalau direspons dengan cara yang salah, nantinya malah jadi masalah yang sejatinya tidak perlu ada," kata Benny.

Baca Juga:

Ketum Projamin Dilaporkan ke Polisi Terkait Dugaan Hinaan ke Natalius Pigai

Sebelumnya, akun Facebook dengan nama Ambroncius Nababan mengundang perhatian publik karena dituding melakukan rasisme terhadap Natalius Pigai.

Ambroncius membagikan narasi yang membandingkan Pigai dengan gorila dan kadal gurun. Dia mengunggah foto itu usai Pigai menolak vaksin COVID-19 dengan menyebut sikapnya merupakan hak asasi rakyat.

"Mohon maaf yang sebesar-besarnya. Vaksin sinovac itu dibuat untuk manusia bukan untuk gorilla apalagi kadal gurun. Karena menurut UU Gorilla dan kadal gurun tidak perlu divaksin. Faham?" tulis Ambroncius. (Pon)

Baca Juga:

Rusuh di Papua Dipicu Rasialisme, Natalius Pigai: Itu Tindakan Perlawanan!

#Rasisme #Romo Benny Susetyo #Papua
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Olahraga
Port FC Buka Suara soal Dugaan Rasisme ke Bek Persib Gabriel Mutombo, Siap Hadapi Investigasi
Port FC membantah dugaan rasisme terhadap Gabriel Mutombo saat melawan Persib Bandung di Shopee Cup 2026/2027. Klub Thailand itu siap menghadapi investigasi.
Frengky Aruan - Sabtu, 10 Oktober 2026
Port FC Buka Suara soal Dugaan Rasisme ke Bek Persib Gabriel Mutombo, Siap Hadapi Investigasi
Indonesia
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Personel TNI disebut mendapat serangan saat menjalankan operasi tersebut hingga terjadi aksi saling tembak.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Indonesia
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Saat peristiwa kontak senjata terjadi, Hermanus Hogajau-lah yang pertama kali menghujani Pasukan Timsus Yonif 315 Garuda dan Tim Taipur Koops TNI Habema di bawah kendali Kogabwilhan III
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Bos OPM Egianus Kogoya komplain serangan pesawat Super Tucano di Nduga. Panglima TNI Agus Subiyanto tegaskan separatis wajib ditumpas habis!
Wisnu Cipto - Senin, 28 September 2026
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Indonesia
Panglima TNI Senang 8 Senjata Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Delapan pucuk senjata yang disebut Agus termasuk jenis SS1 V1 yang sebelumnya direbut OPM dari satuan TNI.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Panglima TNI  Senang 8 Senjata  Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Indonesia
4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Personel TNI juga menyita sejumlah barang dari lokasi, antara lain satu pucuk SS2 V1, satu senjata api laras panjang dengan alat bidik Trijicon
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
 4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Pemerintah didesak untuk memperkuat perlindungan terhadap warga sipil di Papua.
Yusuf Abdillah - Minggu, 20 September 2026
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Berita
Curhat Lamine Yamal Ungkap Pengalaman Jadi Korban Rasisme di Markas Real Madrid Santiago Bernabeu
Bintang Barcelona Lamine Yamal blak-blakan soal pengalaman pahitnya menjadi korban rasisme di sepak bola, termasuk insiden di Bernabeu. Cek respons berkelasnya di sini!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 18 September 2026
Curhat Lamine Yamal Ungkap Pengalaman Jadi Korban Rasisme di Markas Real Madrid Santiago Bernabeu
Indonesia
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Aparat bersama tokoh masyarakat terus melakukan upaya untuk menemukan dan mengevakuasi korban lainnya.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Indonesia
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Yosina ditemukan bersama Demerina Uamang, 23, salah satu dari sembilan perempuan yang sebelumnya menjadi korban penculikan pada 17 Agustus 2026.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Bagikan