BPBD: Dua Rumah Ambruk akibat Hujan Deras

Jumat, 17 November 2017 - Noer Ardiansjah

MerahPutih.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember, Jawa Timur, melaporkan dua rumah warga di Desa Harjomulyo roboh dan mengalami kerusakan berat akibat hujan deras yang mengguyur selama beberapa jam di wilayah setempat pada Kamis (16/11) malam.

"Hujan deras yang mengguyur sejak siang hingga malam hari menyebabkan dua rumah roboh rata dengan tanah di RT 001, RW 025 Dusun Sumberlanas Timur, Desa Harjomulyo, Kecamatan Silo," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jember Heru Widagdo di Jember, Jumat (17/11).

Ia mengatakan, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember sudah meninjau lokasi robohnya rumah korban dan melakukan upaya evakuasi terhadap korban pada Kamis (16/11) malam. Namun yang bersangkutan tidak bersedia dibawa ke puskesmas atau rumah sakit untuk diperiksa memar punggungnya.

"Kedua korban sementara mengungsi di rumah tetangganya karena rumah mereka roboh dan tidak bisa dihuni lagi, sehingga pihak BPBD Jember akan memberikan bantuan kepada korban pada hari ini," katanya.

Dua rumah yang roboh tersebut diketahui milik Ibu Susyanti (40) dan nenek Buardi (60). Adapun kondisi dari dua rumah tersebut mengalami kerusakan berat, sehingga tidak bisa ditempati lagi.

"Robohnya kedua rumah warga menyebabkan salah satu korban, yakni Ibu Susyanti mengalami memar di punggung karena kejatuhan kayu rumahnya yang ambruk, namun saat petugas hendak membawa ke rumah sakit, yang bersangkutan menolak," katanya.

Heru mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaannya terhadap tingginya curah hujan yang diprediksi meningkat selama beberapa pekan ke depan di Kabupaten Jember berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Malang.

"Curah hujan pada bulan November untuk wilayah Jember rata-rata menengah dan sebagian lagi kategori tinggi, bahkan pada Desember diprediksi terjadi sehingga masyarakat harus selalu siaga," katanya.

Berdasarkan data BPBD Jember tercatat sebanyak 83 kali terjadi bencana alam sejak Januari hingga awal November 2017, termasuk gempa yang episentrumnya tidak spesifik terletak di wilayah Kabupaten Jember dan bencana angin puting beliung mendominasi kejadian bencana alam di Jember tercatat sebanyak 33 kejadian. (*)

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan