MerahPutih, Keuangan-Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro malas menanggapi nilai tukar Rupiah yang terus melemah terhadap dollar Amerika Serikat. Menurutnya, pihaknya hanya mengurusi kebijakan fiskal dan sustainable.
"Masih banyak yang hobi nanya kurs ke saya. Otoritas moneter dan kurs ada di Bank Indonesia," tegas Bambang dengan nada meninggi saat konferensi pers di Gedung BI, Jakarta Pusat, Selasa (4/8).
Dia mengatakan pelemahan rupiah terhadap dollar Amerika Serikat ini karena adanya pelemahan ekonomi secara global. Menurutnya, Indonesia tidak akan merasakan dampak yang sangat signifikan.
Bambang juga menegaskan krisis ekonomi saat ini berbeda dengan kondisi saat tahun 1997 silam. Karena ekonomi saat ini cukup stabil jika debandingkan dengan tahun 1997 lalu.
"Banyak juga yang bertanya pada saya, bedanya sekarang dan tahun 1997. Bedanya tahun ini kita ada kestabilan. Sedangkan tahun 1997 tidak ada," ujarnya.
Sehingga, dalam hal ini Pemerintah akan terus berupaya untuk menstabilkan perekonomian Indonesia dengan merumuskan beberapa langkah konkret di antaranya, menempuh kebijakan moneter yang tepat dan konsisten dan prudent dalam menghadapi ekonomi global.
Kemudian, menerapkan kebijakan makro yang akomodatif untuk mendorong kredit. Dan, mendorong reformasi struktural dan mendorong finansial. (rfd)
Baca Juga:
Menkeu: Nilai Tukar Rupiah Masih Terkendali
Sofyan Djalil: Pelemahan Rupiah, Temporer yang Diarahkan dari Luar Indonesia