Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

BOR Turun 84 Persen, RSUD Dr Moewardi Solo Bongkar Tenda Darurat

Zulfikar Sy - Sabtu, 31 Juli 2021

MerahPutih.com - Kasus COVID-19 di Solo, Jawa Tengah mulai melandai. Hal itu berimbas pada penurunan bed ocupation rate (BOR) di 16 rumah sakit rujukan COVID-19 menjadi 84 persen dari sebelumnya 95 persen.

Bahkan, penurunan pasien COVID-19 membuat Manajemen RSUD dr Moewardi mulai membongkar satu tenda darurat di halaman parkir.

Direktur Utama RSUD dr Moewardi Cahyono Hadi mengatakan, pembongkaran tenda dilakukan sejak Kamis kemarin. Pembongkaran dilakukan setelah pasien rujukan menurun dalam beberapa hari terakhir.

Baca Juga:

Pasien Positif COVID-19 RSUD dr Moewardi Solo Melarikan Diri

"Kami mendirikan tenda darurat pada bulan Juni. Total ada tiga tenda darurat yang kami dirikan saat BOR mencapai 95 persen," kata Cahyono, Sabtu (31/7).

Pada saat kasus melonjak, kata dia, pelayanan instalasi gawat darurat (IGD) di RSUD dr Moewardi membeludak hingga pasien memenuhi teras rumah sakit. Ia pun mendirikan tenda darurat untuk menampung pasien yang belum belum masuk IGD.

"Sekarang kami mengoperasikan 635 tempat tidur termasuk ICU (intensive care unit) untuk pasien COVID-19. Kami masih merawat sekitar 400 pasien COVID-19," tutur dia.

Ia menambahkan, dua tenda dibiarkan berdiri untuk mengantisipasi jika ada lonjakan kasus. Dengan turunnya BOR pasien yang terpapar COVID-19, bisa langsung ditangani dengan baik.

"Dengan ini pasien rujukan dapat langsung ditangani di fasilitas yang semestinya," tutup dia.

RSUD dr Moewardi Solo, Jawa Tengah. (MP/Ismail)

RSUD dr Moewardi Solo, Jawa Tengah. (MP/Ismail)


Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo Siti Wahyuningsih mengatakan, BOR rumah sakit rujukan COVID-19 sudah turun cukup signifikan. Data terbaru BOR di RS rujukan COVID-19 di Solo saat ini mencapai 84 persen.

"BOR di Solo yang sempat menyentuh angka 95 persen kini berada di angka 84 persen untuk ruang isolasi biasa maupun ICU," ujar Ning.

Ia mengatakan, BOR isolasi saat ini tersisa 77,98 persen. Sedangkan ICU tergolong masih tinggi 91 persen. Meskipun demikian, ia mengingatkan masyarakat agar tetap waspada dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dengan 5 M.

"Perlu diingat BOR ICU di Solo masih terbilang tinggi. Jadi jangan pernah lengah sedikit pun menerapkan prokes," katanya.

Baca Juga:

Viral, Video Pasien COVID-19 Membludak di Halaman RSUD Dr Moewardi Solo

Ning mengatakan, ICU di beberapa rumah sakit sudah penuh dengan BOR ICU mencapai 100 persen seperti RS Slamet Riyadi, RSUD Bung Karno, RS dr Oen Kandang Sapi, dan RS Panti Waluyo. Selain itu, ada yang BOR ICU di atas 100 persen seperti RS Kustati yang mencapai 200 persen dan RS Hermina 137 persen.

"Penurunan BOR rata-rata di Solo disebabkan karena pasien rujukan dari daerah lain mulai berkurang," pungkasnya. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga:

Gibran dan Bagyo Tes Swab di RSUD dr Moewardi Solo

Baca Artikel Asli