MERAHPUTIH.COM - SEJUMLAH wilayah Indonesia diminta mewaspadai potensi cuaca ekstrem karena kemunculan bibit siklon yang memicu hujan sedang hingga deras di sebagian wilayah Sumatra.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan mengatakan bibit siklon tropis 91B mulai terbentuk di Laut Andaman, dekat perairan utara Aceh, Kamis (29/10) dini hari.
Meski bibit siklon tersebut diprakirakan tidak berdampak langsung terhadap Indonesia, Berton meminta masyarakat, khususnya yang berada di Aceh, Sumatra Utara, dan wilayah barat Sumatra, untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem sebagai dampak tidak langsung fenomena tersebut.
"Bibit siklon tropis 91B yang berada di Teluk Andaman di Aceh bagian utara memang diprediksi tidak akan berdampak langsung ke Indonesia. Namun, ada potensi hujan deras di beberapa tempat hingga 30 Oktober nanti," ujar Berton, Kamis (29/10).
Oleh karena itu, ia meminta masyarakat di wilayah tersebut tetap siaga mengingat hujan yang diprakirakan turun berpotensi memiliki intensitas sedang hingga lebat. Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai gelombang setinggi 1,25–2,5 meter di perairan Selat Malaka bagian utara. "Kami mengimbau kiranya masyarakat tetap waspada walaupun tidak perlu panik. Kesiapsiagaan tetap menjadi hal yang utama untuk keselamatan kita," jelas dia.
Baca juga:
Awas Cuaca Ekstrem! Prakiraan Cuaca Indonesia 2-5 Oktober 2026 dan Peringatan Dini BMKG
Pada kesempatan yang sama, Berton menyampaikan hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi hingga 31 Oktober 2026 di Aceh, Lampung, Bengkulu, Riau, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, dan Sumatra Utara. Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan, Sulawesi, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku, Maluku Utara, dan Papua pada periode yang sama.
Mengingat potensi tersebut, ia meminta masyarakat memperhatikan perkembangan informasi cuaca dan peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Selain itu, BNPB juga meminta pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan dengan mengaktifkan posko siaga, memeriksa kesiapan peralatan dan logistik kebencanaan, serta membersihkan sungai, saluran drainase, dan gorong-gorong sebelum hujan berintensitas tinggi turun.
Pemerintah daerah juga diminta memetakan dan memantau wilayah rawan banjir serta tanah longsor, menyiapkan jalur evakuasi, dan menyebarluaskan peringatan dini BMKG agar warga dapat segera melakukan langkah penyelamatan apabila kondisi memburuk.
Berton menegaskan BNPB akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan langkah-langkah antisipasi dapat segera dilaksanakan.
"Masyarakat diimbau mengikuti informasi resmi BMKG dan BNPB serta segera melakukan evakuasi apabila terdapat instruksi dari petugas berwenang," pungkasnya.(Asp)
Baca juga:
Prakiraan Cuaca BMKG: Cuaca Ekstrem di Sejumlah Kota Hari Ini, Hujan Petir hingga Gelombang 4 Meter