Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Biaya Serangan AS ke Iran Telah Habiskan Rp 1,7 Kuadriliun, Biaya Operasional Per Hari Rp 17,68 Triliun

Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 03 Juni 2026

MerahPutih.com - Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran.

Serangan itu yang menyebabkan kerusakan serta korban jiwa di kalangan warga sipil dan pemimpin militer serta sipil Iran.

Iran kemudian membalas agresi tersebut dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah.

Pada 7 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata. Namun, perundingan lanjutan yang berlangsung di Islamabad berakhir tanpa menghasilkan terobosan.

Baca juga:

DPR Dorong Pemerintah Antisipasi Eskalasi Konflik AS-Iran di Selat Hormuz

Di mana, sampai saat ini, ketegangan dan saling serang masih berlanjut walaupun eskalasi serangan menurun.

Perang ini, Amerika Serikat telah menghabiskan lebih dari 100 miliar dolar AS (sekitar Rp 1,7 kuadriliun) untuk operasi militer di Iran, meskipun gencatan senjata telah diumumkan, ungkap data Iran War Cost Tracker yang dirilis, Jumat.

Platform tersebut menghitung biaya yang dibutuhkan untuk personel militer, kapal-kapal yang dikerahkan ke kawasan, dan berbagai pengeluaran terkait lainnya.

Metodologi perhitungannya didasarkan pada laporan Pentagon kepada Kongres AS yang menyebutkan bahwa enam hari pertama operasi menelan biaya sebesar 11,3 miliar dolar AS (sekitar Rp 201,79 triliun).

Setelah itu, biaya operasional diperkirakan mencapai sekitar satu miliar dolar AS (sekitar Rp 17,68 triliun) per hari.

Pada akhir April, Departemen Perang Amerika Serikat memperkirakan biaya operasi tersebut mencapai 25 miliar dolar AS (sekitar Rp446,45 triliun). Namun, tidak lama kemudian estimasi itu direvisi menjadi 29 miliar dolar AS (sekitar Rp517,88 triliun).

Baca Artikel Asli