Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Biaya Hidup Tinggi Bikin Banyak Warga Jakarta Alami Gangguan Mental

Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 04 September 2024

MerahPutih.com - Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), sekitar 1 dari 10 orang di Indonesia mengidap gangguan mental. Dalam data yang sama, Riskesdas 2018 mengungkapkan bahwa lebih dari 19 juta penduduk berusia lebih dari 15 tahun di Indonesia mengalami gangguan mental emosional.

Selain itu, lebih dari 12 juta orang dalam kelompok usia yang sama mengalami depresi. Penyebabnya tentu akan sangat beragam. Mulai dari genetik, pola asuh, tekanan, lingkungan dan lain-lain.

Psikolog sekaligus pengurus pusat Himpunan Psikologi Indonesia (PP HIMPSI) Samanta Elsener, M. Psi., Psikolog mengemukakan, biaya hidup tinggi dan trauma pengasuhan menjadi penyebab gangguan kesehatan mental yang paling banyak dialami di Jakarta.

Selain itu, menurut Samanta, jarak rumah ke kantor yang jauh membuat seseorang rentan mengalami masalah fisik sehingga meningkatkan faktor risiko stres, "burnout", depresi, cemas, hingga performa kerja menurun.

Baca juga:

Jangan Jahili Anak Kecil, Bisa Ganggu Kecerdasan Emosional sampai Kesehatan Mental

"Selain itu trauma akibat pengasuhan atau pelecehan, 'bullying', biaya hidup tinggi, menjadi 'sandwitch generation', hutang, beban sosial juga bisa jadi penyebab,” kata Samanta di Jakarta, Selasa (3/9).

Menurut Samanta, sekedar bercerita (talk theraphy) tak dapat menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang menyebabkan gangguan kesehatan mental tersebut.

Sehingga, dia berharap, program yang disediakan pemimpin Jakarta mendatang dapat lebih komprehensif. Salah satunya adalah mengurai kemacetan.

"Solusi yang dibutuhkan warga Jakarta adalah bagaimana macet bisa terurai dan kualitas udara Jakarta bisa lebih baik," katanya dikutip Antara. (*)

Baca Artikel Asli