Bertemu Abraham Samad dan Mantan Kabareskrim, Presiden Prabowo Minta Masukan soal Pemberantasan Korupsi
Selasa, 03 Februari 2026 -
MERAHPUTIH.COM - PRESIDEN Prabowo Subianto belum lama ini bertemu dengan sejumlah tokoh yang dikenal kritis akan persoalan bangsa. Beberapa tokoh itu antara lain peneliti senior BRIN Siti Zuhro, mantan Ketua KPK Abraham Samad, serta tokoh kepolisian mantan Kabareskrim Polri Susno Duadji.
Jubir Prabowo sekaligus Mensesneg Prasetyo Hadi mengungkapkan pertemuan antara Presiden Prabowo dan sejumlah tokoh itu untuk berdiskusi.
"Bapak Presiden selama ini juga berkomunikasi, ada yang terbuka, ada yang tertutup, dalam rangka berdiskusi, menerima masukan, sekaligus memberikan penjelasan juga terhadap program-program yang sedang dijalankan pemerintah," jelas Prasetyo kepada wartawan di Sentul, Bogor, Senin (2/2).
Prasetyo menyebut Prabowo ingin mendapatkan masukan soal pemberantasan korupsi. "Intinya, beliau ingin mendapatkan penjelasan dan bagaimana ini sekali lagi korupsi merupakan pekerjaan rumah bagi kita semuanya," jelas dia.
Baca juga:
Bukan Omon-Omon, Presiden Prabowo Ancam Bos BUMN yang Bikin Rugi Negara akan Ditangkap Kejaksaan
Dia secara konsisten membuka ruang dialog dengan berbagai kalangan, baik melalui pertemuan terbuka maupun tertutup, untuk berdiskusi, menerima masukan, sekaligus memberikan penjelasan terkait program-program pemerintah.
“Ada yang terbuka, ada yang tertutup dalam rangka berdiskusi, menerima masukan, sekaligus memberikan penjelasan juga terhadap program-program yang sedang dijalankan pemerintah dan oleh Bapak Presiden yang semua berorientasi kepada kepentingan bangsa dan negara, kepada kepentingan masyarakat,” jelasnya.
Saat menjawab pertanyaan mengenai keterlibatan tokoh partai politik dalam pertemuan tersebut, Prasetyo menegaskan tidak ada tokoh parpol yang hadir. Prasetyo menambahkan, di masa depan, Presiden juga akan terus membuka komunikasi dan dialog dengan tokoh-tokoh nasional lainnya sebagai bagian dari upaya menyerap aspirasi dan memperkuat kebijakan yang berpihak pada kepentingan bangsa dan negara.
“Ada beberapa yang nanti juga akan terus kita wujudkan dengan tokoh-tokoh yang lain,” pungkasnya.(knu)
Baca juga: