Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Berikut Progres Investigasi Penembakan Pendeta Yeremia

Zulfikar Sy - Jumat, 13 November 2020

MerahPutih.com - TNI menyatakan proses pengusutan pelaku kasus penembakan Pendeta Yeremia Zanambani masih panjang.

"Kemarin atau beberapa hari lalu polisi sudah sampaikan info jadi masih terlalu dini karena prosesnya masih panjang," ungkap Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayor Jenderal TNI Achmad Riad, kepada wartawan di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (13/11).

Ia mengatakan, masih banyak hal yang harus dilakukan dalam mengusut kasus tersebut. Saksi-saksi harus diperiksa, uji balistik, proses autopsi, dan lain sebagainya masih perlu dilakukan ke depan.

Baca Juga:

Delapan Oknum TNI AD Jadi Tersangka Pembakar Rumah Dinas Kesehatan di Intan Jaya

Terkait proses autopsi, dia mendapatkan informasi hal tersebut masih belum bisa dilakukan.

"Saat ini kepolisian sedang melaksanakan proses terus. Walaupun saya dengar ada juga bahwa belum bisa dilaksanakan autopsi sehingga itu juga jadi suatu permasalahan," kata dia.

Dia menyebut, saat ini banyak pihak yang menyampaikan hasil investigasi berkaitan dengan penembakan terhadap Pendeta Yeremia.

Ilustrasi - Menko Polhukam Mahfud MD saat menerima hasil investigasi penembakan pendeta Yeremia Zanambani di Intan Jaya dari Komnas HAM. (ANTARA/HO-Humas Kemenko Polhukam)
Ilustrasi - Menko Polhukam Mahfud MD saat menerima hasil investigasi penembakan pendeta Yeremia Zanambani di Intan Jaya dari Komnas HAM. (ANTARA/HO-Humas Kemenko Polhukam)

Mulai dari Komnas HAM, tim investigasi yang digawangi aktivis Haris Azhar, hingga Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Intan Jaya bentukan pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD.

Dari hasil-hasil investigasi ini, Riad memastikan pihaknya berpedoman pada temuan TGPF Intan Jaya yang telah disampaikan Mahfud sebagai tim resmi yang dibentuk negara dalam pengungkapan perkara ini.

"Walau sudah banyak yang laksanakan (investigasi) misalnya tim independen Komnas HAM, tapi kita sementara ini masih berpedoman kepada apa yang disampaikan Menko Polhukam," kata dia.

Baca Juga:

TNI AD Selidiki Dugaan Keterlibatan Anggota dalam Penembakan Pendeta Yeremia

Sebelumnya, Mahfud mengungkap indikasi keterlibatan oknum aparat dalam peristiwa yang menewaskan Yeremia.

Meski, begitu TGPF masih membuka kemungkinan ada keterlibatan pihak ketiga dalam kasus tersebut.

Sementara Komnas HAM secara gamblang menduga penembak Pendeta Yeremia adalah Wakil Danramil Hitadipa, Alpius. Kesimpulan itu diperoleh berdasarkan pengakuan Yeremia sebelum meninggal kepada dua orang saksi. (Knu)

Baca Juga:

Penjelasan Kapuspen TNI Terkait Sanksi Dua Anggotanya yang 'Sambut' Rizieq Shihab

Baca Artikel Asli