INDONESIA menjadi sorotan Internasional dalam konferensi bertemakan Meet The World Make The Change yang diselenggarakan di kota Denhaag dalam rangka puncak peringatan hari jadi Nuffic yang ke-70.
Acara puncak peringatan hari jadi Nuffic tersebut diselanggarakan pada tanggal 1 Desember 2022 di kota Denhaag, dengan dihadiri oleh Ratu Belanda, Queen Maxima; Direktur Jenderal Nuffic Global, Ms. Titia Bredee, serta sejumlah petinggi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Luar Negeri Belanda.
Baca juga:
10 Universitas Tertua di Dunia, Salah Satunya Terkait Ekspedisi Hindia Belanda
Peran dan sumbangsi alumni Belanda di Indonesia menjadi sorotan dan mendapatkan perhatian khusus oleh para peserta konferensi. Dalam keterangan resmi yang diterima Merah Putih, Senin (12/12) Ketua Ikatan Alumni Stuned (Studeren in Nederlan) Immanuel Hutasoit berkesempatan menjadi pembicara dalam sesi tajuk ‘Knowledge Ambassador of Dutch Higher Education’.
“Alumni memiliki peran penting sebagai ‘jembatan yang hidup’ dalam mewujudkan kondisi global yang lebih baik, serta mendukung hubungan baik kedua negara (Indonesia dan Belanda),” ungkap Immanuel.
Ikatan Alumni Stuned atau yang lebih dikenal sebagai ‘I Am Stuned’ didirikan dengan latar belakang pemikiran, bahwa potensi dan kontribusi alumni selama ini masih berupa mozaik yang tersebar dan belum terintegrasi dalam satu wadah. Sehingga peran strategis alumni untuk turut memberikan sumbangsih bagi negeri masih belum maksimal.
“Oleh karenanya, dengan pengorganisasian yang lebih serius bagi alumni Stuned yang berjumlah lebih dari 4.500 orang, diharapkan bahwa peran alumni bagi masyarakat Indonesia lebih dapat dirasakan,” lanjut Immanuel.
Walaupun baru berumur empat tahun, namun ‘I Am Stuned’ telah menjalankan beberapa program yang tidak hanya mengundang keaktifan para alumni. Mereka juga memberikan dampak langsung bagi masyarakat Indonesia.
Beberapa program yang berhasil dieksekusi di antaranya: memberikan dukungan APD (alat pelindung diri) secara gratis kepada sejumlah rumah sakit dan puskesmas di Jakarta dan sekitarnya di masa awal pandemi COVID-19. Kemudian menyatakan dukungan bagi Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) untuk memasukkan pendidikan anti korupsi dalam kurikulum Indonesia.
Tak hanya itu, para alumni juga memberikan penyuluhan dan pelatihan tentang studi di Belanda, serta sejumlah seminar dan pengkajian sederhana terhadap isu-isu fundamental yang menjadi perhatian masyarakat Indonesia dan alumni Stuned pada khususnya.
Baca juga: Pesan KPK untuk I Am StuNed Ketika Tren Pelaku Korupsi Semakin Muda
“Pada intinya, keberadaan alumni sebagai jembatan yang hidup, harus turut mewujudkan dan menjembatani kemajuan bagi masyarakat Indonesia,” pungkas alumni The Hague University Belanda yang juga akrab disapa dengan panggilan Noel tersebut.
Pada sesi akhir konferensi pada sesi diskusi, perwakilan alumni dari beberapa negara menyatakan ketertarikannya untuk mengadopsi apa yang sudah diterapkan oleh ‘I Am Stuned’ serta berniat untuk mempelajari lebih dalam tentang pembentukan dan pengelolaan asosiasi sejenis. Di antaranya adalah alumni dari Afrika Selatan, alumni dari Mesir, alumni dari Benin serta dari regional MENA (Middle East and North Africa).
Dalam rangkaian peringatan ke-70 Nuffic tersebut, Immanuel selaku Ketua I Am Stuned sekaligus Head of International Relations Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, juga turut berbicara dalam forum Indonesia Now 2022 dengan tema: Indonesia – Netherlands collaboration in the field of legal and law related education. Indonesia Now merupakan sebuah kegiatan yang bertujuan untuk mempererat kolaborasi antara Indonesia dan Belanda, serta mendalami peran penting Indonesia di kawasan Pasifik. (far)
Baca juga:
Ketua Alumni Stuned Desak Belanda Usut Tuntas Kasus Perkosaan Pelajar Indonesia