MerahPutih.com - Pengamat politik Ujang Komarudin menilai, mundurnya Belva Devara dari jabatan staf khusus Presiden Joko Widodo sebagai langkah yang tepat.
Menurut Ujang, perusahaan Belva yaitu Ruangguru sedang menuai polemik terkait keterlibatan alias sebagai mitra pemerintah dalam program Kartu Pra Kerja.
Baca Juga
Mundur Dari Stafsus Jokowi, Belva Devara Dipuji Politisi PSI
“Jika salah dan keliru ya mundur,” kata pengamat Politik Universitas Al-Azhar Ujang kepasa wartawan, Rabu (22/4).
Kendati mundur dari Stafsus Jokowi, menurut Ujang, proyek Ruangguru dalam program Lartu Prakerja akan tetap memberikan untung bagi Belva.
“Proyeknya kan masih jalan. Jadi walaupun mundur masih untung besar,” jelas Ujang.
Sebelumnya, Belva Devara resmi mengundurkan diri dari jabatan Stafsus Presiden Joko Widodo. Dalam sebuah surat Belva mengungkapkan alasan pengundurannya
Ruangguru melalui Skill Academy menjadi mitra program pemerintah yaitu Kartu Pra Kerja.
Skill Academy merupakan inovasi terbaru dari Ruangguru, sebuah perusahaan teknologi yang berfokus pada layanan berbasis pendidikan dan telah memiliki lebih dari 15 juta pengguna dan 100 bidang pelajaran.
Baca Juga
Belva Devara Mundur, Jokowi Harus Batalkan Program Kartu Prakerja
Kartu Pra Kerja sendiri adalah program bantuan biaya pelatihan dan intensif bagi para pekerja, pencari kerja, pelaku usaha mikro dan kecil yang kehilangan pekerjaan dan/atau mengalami penurunan daya beli akibat pandemi Covid-19.
Peserta program harus warga negara Indonesia (WNI) berusia di atas 18 tahun dan tidak sedang mengikuti pendidikan formal. (Knu)