MerahPutih.com - Pengamat politik Wempy Hadir menilai belum ada sosok yang bisa menggantikan Megawati Soekarnoputri sebagai ketua umum PDIP. Sehingga, sangat riskan jika putri proklamator Soekarno itu menanggalkan posisinya.
Wempy menganggap, sejauh ini tidak ada kader partai berlambang Moncong Banteng Putih itu yang mempunyai jam terbang tinggi di perpolitikan Indonesia seperti Megawati.
Baca Juga: Ahmad Basarah Tegaskan Megawati Hampir Pasti Jadi Ketua Umum PDIP Lagi
"Termasuk kemampuan sekelas Mega dalam mengelola partai besar dan pernah berada dalam tekanan rezim orde baru yang maha dahsyat," kata Wempy kepada Merahputih.com di Jakarta, Selasa (6/8).
Wempy melanjutkan, posisi Megawati sebagai ketua umum PDI Perjuangan merupakan posisi sangat strategis. Apalagi, partai ini merupakan partai papan atas di Indonesia. Dengan demikian dia mempunyai posisi tawar yang tinggi diantara partai politik lainnya.
"Selain itu, citra yang melekat pada PDIP sebagai partai nasionalis menjadikan dia sebagai wadah bagi kaum nasionalis dalam menyuarakan kepentingan politiknya,"jelas Direktur Lembaga Indo Polling Network ini.
Oleh sebab itu, Mega menjadi tokoh pemersatu diantara perbedaan yang ada di dalam tubuh partai tersebut.
Baca Juga: Potong Siklus Mitos Reformasi, PDIP Targetkan 'Hattrick' Menangi Pemilu
"Hal ini bisa dilihat dari berbagai dukungan moril yang diberikan pengurus partai pada tingkat kab/kota dan provinsi," jelas Wempy.
Jadi bisa dilihat bahwa PDIP sangat membutuhkan sosok Mega yang disegani oleh seluruh kader PDIP karena dedikasinya yang begitu tinggi terhadap partai.
"Apalagi saat ini, Mega merupakan salah satu tokoh senior yang sangat berpengaruh dan diperhitungan oleh partai lain di Indonesia," imbuh Wempy.
Untuk kader lain seperti Jokowi dan Budi Gunawan, mereka juga mempunyai pejuang untuk menjadi ketua umum. Namun tentu melihat aruh bawah partai. Seperti apa kehendak pengurus partai pada tingkat bawah. Merekalah yang sehari-hari mendengar dan ada bersama wong cilik.
Baca Juga: Megawati Pertimbangkan Bentuk Ketua Harian PDIP
"Sebaiknya Pak Jokowi fokus sebagai presiden agar program prorakyat yang dicanangkan dalam pemilu bisa tercapai. Demikian juga sebaliknya. Sementara Pak Budi Gunawan, bisa saja beliau ditempatkan pada posisi yang sangat stratetgis jika masuk dalam kepengurusan," terang Wempy. (Knu)