Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Megawati Pertimbangkan Bentuk Ketua Harian PDIP

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Kamis, 01 Agustus 2019
Megawati Pertimbangkan Bentuk Ketua Harian PDIP

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. (Foto: MP/Win)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Kongres V PDI Perjuangan akan menjadi arena dimana Megawati Soekanoputri bakal menjawab permintaan kader partainya untuk kembali memimpin di periode 2019-2024. Momen itu sekaligus ajang bagi Megawati membuat keputusan atas wacana ketua harian di partai berlambang banteng.

Wacana ketua harian partai itu memang pernah dimunculkan oleh mantan Sekjen PDIP Pramono Anung. Dan hal itu menjadi salah satu yang dibicarakan oleh elite politisi menjelang kongres PDIP.

Baca Juga: Prabowo Bakal Hadir di Kongres PDIP dan Bertemu Ketum Parpol Koalisi Jokowi

Struktur pengurus partai akan diputuskan oleh ketua umum terpilih. Dalam hal ini Megawati yang sudah diminta oleh kader partai untuk memimpin kembali.

"Terkait struktur yang tentu saja nanti ketua umum terpilih, yang dalam hal ini adalah Ibu Megawati. Karena berdasarkan hasil keputusan rapat kerja nasional IV dan juga berdasarkan aspirasi dari bawah memohon Ibu Mega berkenan menjadi ketua umum kembali. Nanti akan dibahas dengan Ibu Megawati," ujar Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, Kamis (1/8).

Yang jelas, disain struktur kepengurusan PDIP secara prinsip adalah sangat sederhana. Kata Hasto, sesimpel teori relativitas Einstein yakni 'e=mc2'.

Megawati dalam acara kantor DPP PDIP Jakarta Pusaat (MP/Fadhli)
megawati Megawati dalam acara kantor DPP PDIP Jakarta Pusaat (MP/Fadhli)

Dalam struktur PDI Perjuangan, ketua umum adalah sebagai institusi tersendiri yang punya mandat dan punya perogatif dalam menjaga Pancasila, NKRI, Kebhinekaan, dan berbagai perintah Konstitusi. Dan di dalam menjalankan tugasnya, ketua umum dibantu oleh sekretaris jenderal dan tiga wakilnya, bendahara dan wakilnya.

Struktur partai akan terbagi ke dalam tiga bidang. Yang pertama adalah internal demi menegaskan wajah PDI Perjuangan sebagai partai yang ideal.

Kedua adalah bidang pemerintahan, demi menunjukkan bagaimana partai terlibat aktif yang strukturnya mengikuti struktur kabinet pemerintahan Jokowi. Maka itu, struktur itu akan dikomunikasikan dengan Jokowi. Ketiga adalah struktur yang menampilkan wajah partai di tengah rakyat. Misalnya bidang pertanian, buruh, nelayan.

"Ini adalah struktur dasar yang jumlah ketua DPP hanya 27 orang, paling kecil dibanding struktur partai yang lain. Dengan kecilnya itulah kami bergerak solid untuk Indonesia Raya," katanya.

Baca Juga: Modal Mayoritas di DPRD, PDIP Solo Tawarkan Gibran Jadi Kader untuk Maju Pilwalkot

Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira mengatakan berbagai masukan termasuk soal ketua harian tentunya akan dibahas di dalam kongres nanti. Dari berbagai konferda dan konfercab yang sudah dilakukan, sejauh ini hanya meminta agar Megawati kembali memimpin partai. Walau tak menutup kemungkinan usulan ketua harian akan muncul ketika kongres nanti.

"Kita lihat nanti. Justru itu lah pentingnya kongres. Kongres juga kan membawa aspirasi-aspirasi dari daerah," kata Andreas. (Knu)

#Kongres PDIP #Megawati Soekarnoputri
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Dalam merefleksikan jalannya sejarah masa lalu, PDIP berkomitmen mendorong agar iklim perpolitikan Tanah Air menjunjung tinggi nilai peradaban.
Dwi Astarini - Rabu, 22 Juli 2026
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Indonesia
Refleksi 30 Tahun Kerusuhan 27 Juli 1996, Megawati Ingatkan Soal Netralitas Aparat dan Fenomena Buzzer
Selain menyoroti kinerja aparat, Megawati juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap maraknya fenomena buzzer di media sosial yang didominasi oleh anak muda.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 Juli 2026
Refleksi 30 Tahun Kerusuhan 27 Juli 1996, Megawati Ingatkan Soal Netralitas Aparat dan Fenomena Buzzer
Indonesia
Nama Jalan Soekarno di Rabat, Tanda Cinta Maroko untuk Indonesia
Lokasi Jalan Soekarno itu sangat terkenal di Rabat, lokasinya dekat dengan gedung parlemen.
Dwi Astarini - Selasa, 21 Juli 2026
Nama Jalan Soekarno di Rabat, Tanda Cinta Maroko untuk Indonesia
Indonesia
Jurnalis Senior Ungkap Cara Orde Baru Kendalikan Media, dari Diksi hingga Isi Berita
Aparat saat itu secara rutin menghubungi redaksi untuk memantau pemberitaan.
Dwi Astarini - Senin, 20 Juli 2026
Jurnalis Senior Ungkap Cara Orde Baru Kendalikan Media, dari Diksi hingga Isi Berita
Indonesia
Catatan Jurnalis saat Peristiwa Kudatuli: Sensor Ketat Militer dan Larangan Nama Megawati Soekarnoputri
Sebagai bagian dari upaya penghilangan pengaruh Sukarno oleh penguasa.
Dwi Astarini - Senin, 20 Juli 2026
Catatan Jurnalis saat Peristiwa Kudatuli: Sensor Ketat Militer dan Larangan Nama Megawati Soekarnoputri
Indonesia
Dubes Korsel Bertemu Megawati di Teuku Umar, Bahas Upaya Perdamaian Korea
Dubes Korea sangat mengapresiasi perhatian Megawati atas persoalan di Semenanjung Korea.
Dwi Astarini - Senin, 13 Juli 2026
Dubes Korsel Bertemu Megawati di Teuku Umar, Bahas Upaya Perdamaian Korea
Indonesia
Megawati Terima Penghargaan Tertinggi Timor Leste, Kenang Pertama Kali ke Dili
Megawati membandingkan pengorbanan masa muda Xanana Gusmao yang dipanggil 'Maun Xanana' dengan ayahnya sendiri, Bung Karno, yang harus menghabiskan total 22 tahun hidupnya keluar-masuk penjara
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 09 Juli 2026
Megawati Terima Penghargaan Tertinggi Timor Leste, Kenang Pertama Kali ke Dili
Indonesia
Ramos-Horta Beri Penghargaan Grande Colar da Ordem de Timor-Leste untuk Megawati, Pidato dan Candanya di Dili Jadi Sorotan
Megawati Soekarnoputri menerima Grande Colar da Ordem de Timor-Leste. Presiden José Ramos-Horta memuji perannya dalam memperkuat hubungan bilateral kedua negara.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 09 Juli 2026
Ramos-Horta Beri Penghargaan Grande Colar da Ordem de Timor-Leste untuk Megawati, Pidato dan Candanya di Dili Jadi Sorotan
Indonesia
Sekjen PDIP: Tantangan Pemerintahan Prabowo Warisan Era Jokowi
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menilai tantangan yang dihadapi Presiden Prabowo Subianto merupakan warisan dari pemerintahan Jokowi.
Wisnu Cipto - Senin, 01 Juni 2026
Sekjen PDIP: Tantangan Pemerintahan Prabowo Warisan Era Jokowi
Indonesia
Megawati Tegaskan Indonesia Punya Posisi Di Tingkat Global, Kedaulatan Kelautan Jadi Kunci
Kekayaan biodiversitas laut Indonesia, dapat menjadi basis lahirnya industri farmasi, bioteknologi kelautan, energi baru terbarukan, ekonomi karbon biru, produksi pangan, dan berbagai inovasi masa depan.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 23 Mei 2026
Megawati Tegaskan Indonesia Punya Posisi Di Tingkat Global, Kedaulatan Kelautan Jadi Kunci
Bagikan