Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Dunia

Bela Sungkawa Genosida Turki Dijadikan Konflik Politik

Fadhli - Selasa, 14 April 2015

MerahPutih Internasional - Pada tahun 2014, untuk pertama kalinya, Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan menyampaikan duka cita kepada semua keturunan Armenia yang kehilangan nyawanya. (Baca: Pernyataan Paus Francis yang Menjadi Masalah)

Tapi dikatakan juga dalam BBC, bahwa ucapan duka cita itu tidak dapat diterima oleh semua warga Armenia. Warga Armenia mengatakan bahwa ucapan bela sungkawa itu hanya untuk mengubah masalah "menjadi soal konflik politik". (Baca: Paus Fransiskus Basuh Kaki 12 Narapidana)

Armenia mengatakan, dalam kurun waktu 1915 – 1916, hingga 1,5 juta orang tewas atas kekejaman Pemerintahan Ottoman. Nmaun Turki tetepa membela diri dengan mengatakan jumlah kematian yang sebenarnya jauh lebih sedikit.

Kebanyakan mahasiswa non-Turki juga menganggap peristiwa ini sebagai genosida. Banyak negara lain yang juga menganggap bahwa apa yang dilakukan Ottoman dikategorikan sebagai genosida, yaitu Argentina, Belgia, Kanada, Perancis, Italia, Rusia dan Uruguay.

Baca Artikel Asli