Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Bandara Baru Yogyakarta Diklaim Tahan Gempa 8,8 Magnitudo

Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 15 Agustus 2020

MerahPutih.com - Struktur Bandara Internasional Yogyakarta (BIY) di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, diklaim mampu menahan gempa 8,8 magnitudo. Bandara inipun, menerapkan paramater gempa baru sebagai antisipasi tsunami dan likuefaksi.

"Proyek yang dimiliki oleh PT Angkasa Pura I (Persero) didesain dengan struktur bandara yang dimitigasi terhadap gempa dan tsunami," kata Direktur Utama PT PP (Persero) Novel Arsyad dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (15/8).

PT PP (Persero) berhasil menyelesaikan pembangunan proyek Bandara Internasional Yogyakarta tercepat di Indonesia, dengan menerapkan aplikasi Building Information Modelling (BIM) selama masa konstruksi.

Baca Juga:

Pandemi, Dividen BUMN di 2021 Dipatok Rp26,1 Triliun

Dari sisi pembangunan airside, pelaksanaan pembangunan tersebut dapat diselesaikan dengan cepat dalam waktu delapan bulan. Selain itu landas pacu (runway) bandara tersebut dapat menampung pesawat terberat yaitu Boeing 777 dengan kapasitas penuh dan pesawat terbesar yaitu Airbus 380.

Kapasitas ultimate runway dapat mencapai lebih besar dari 40 pergerakan pesawat per jam. Sedangkan dari sisi landside, kapasitas terminal mampu melayani 20 juta penumpang per tahun.

Bandara Internasional Yogyakarta telah beroperasi penuh pada akhir Maret 2020. Proyek yang memiliki nilai kontrak Rp6,98 triliun ini berhasil menyelesaikan Zona Airside tercepat dengan pemakaian beton terbanyak.

Ilustrasi Pesawat
Ilustrasi Pesawat. (Foto: Antara)

Pembangunan BIY didesain telah didesainramah lingkungan dengan Airfield Flight Lighting (AFL) telah menggunakan tipe lampu LED sehingga lebih menghemat daya.

Selain itu, dalam bandara ini terdapat bangunan Crisis Centre dan Lantai Keberangkatan Terminal Penumpang yang digunakan sebagai tempat khusus penanganan dan evakuasi bencana tsunami.

Pembuatan desain arsitektur Bandara Internasional Yogyakarta didesain dengan konsep kearifan lokal dan terdapat pekerjaan seni dimana dalam desain tersebut melibatkan 46 seniman lokal Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dalam desain arsitektur tersebut juga terdapat pencerminan lima desa yang tanahnya terkena pembangunan bandara dalam yang divisualisasikan dalam bentuk Art Work.

Baca Juga:

Baca Artikel Asli