MerahPutih.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meminta operator proyek LNG Abadi, Inpex Masela, untuk mempercepat target produksi dari tahun 2030 menjadi 2029, sebelum pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.
“Produksinya Insya Allah dia bilang 2030. Saya bilang, enggak. 2030 sudah pilpres. Kau bikin (produksinya) 2029. Aku nggak mau tahu,” kata Bahlil, dalam acara Strategi Swasembada Energi 2026: Hilirisasi, Transisi, dan Investasi di Jakarta, Kamis (12/2).
Baca juga:
Proyek LNG Blok Masela Mandek, Jokowi Perintahkan Segera Cari Operator Baru
Kampung Halaman Ibu Menteri ESDM
Awalnya, pengelola menargetkan proyek Abadi Masela direncanakan akan berproduksi pada tahun 2030. Namun, Bahlil menginginkan agar proyek Abadi Masela dapat berproduksi lebih cepat.
Ketum Golkar itu bahkan menyinggung latar belakang keluarganya yang berasal dari sana. “Kau bikin itu 2029. Saya bilang, itu kampung ibu aku. Kau jangan abuleke (tukang tipu),” tandasnya, dilansir Antara.
Proyek LNG Abadi Masela diperkirakan mampu menghasilkan 9,5 juta ton LNG per tahun, setara lebih dari 10 persen impor LNG tahunan Jepang, serta sekitar 35 ribu barel kondensat per hari. Menurut laporan SKK Migas, total investasi proyek ini mencapai USD 18 miliar.
Baca juga:
Eks Golkar Adies Kadir Jadi Hakim MK, Bahlil: Kami Wakafkan ke Negara
Status Proyek Strategis Nasional
Blok Masela, yang berlokasi sekitar 170–180 km barat daya Kabupaten Kepulauan Tanimbar, ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) sejak Juni 2017, serta masuk proyek infrastruktur prioritas pada September 2017.
Proyek Blok Masela itu diharapkan dapat berkontribusi dalam memperkuat ketahanan energi di Indonesia dan negara Asia lainnya untuk masa depan.