Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Bahasa Inggris Jokowi Medok Jawa, Luhut: Apakah Kita Harus Malu dengan Lidah Indonesia?

Andika Pratama - Rabu, 03 Juli 2019

MerahPutih.com - Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menceritakan soal komunikasi Presiden Jokowi dengan pemimpin negara lain di KTT G20. Sang anak buah menjelaskan bahwa Kepala Negara lancar berbahasa Inggris.

Luhut menjadi salah satu menteri yang ikut rombongan Jokowi di KTT G20 yang berlangsung di Osaka, Jepang. Presiden Jokowi sempat berpidato di forum KTT G20 sebelum melakukan pertemuan bilateral dengan sejumlah kepala negara lainnya.

Kredit foto: Kemen Setneg RI
Presiden Jokowi bersama pemimpin negara lain di KTT G20. Foto: Kredit foto: Kemen Setneg RI

Namun, selepas acara, banyak pihak yang mempersoalkan logat Jawa ketika mantan Gubernur DKI Jakarta itu berpidato di forum internasional tersebut.

BACA JUGA: Partai Demokrat Tawarkan 14 Program Prioritas kepada Jokowi-Ma'ruf

"Ada yang bilang bahasa Inggris Pak Jokowi medok Jawa. Memang betul. Saya juga medok, tapi medok Batak. Lantas apakah kita harus malu dengan lidah Indonesia kita? Saya tidak setuju, karena saya bangga jadi orang Indonesia, dan saya bangga dengan logat Batak saya," tulis Luhut di akun Facebooknya, Selasa (2/7).

Luhut menjelaskan bahwa selama perhelatan KTT G20, Jokowi terlihat tidak canggung berkomunikasi dengan pemimpin negara meski berlogat Jawa. Eks Wali Kota Solo itu juga kerap berbicang santai dalam berbagai kesempatan.

"Saya mendengar Beliau selalu berbahasa Inggris dengan lancar dalam setiap komunikasinya dengan pimpinan negara lain. Kalau bahasa Inggrisnya tidak baik, maka tidak mungkin seperti Ivanka Trump atau para pimpinan negara lain sampai ketawa-ketawa saat berbincang dengan beliau," sambungnya.

src="https://www.facebook.com/plugins/post.php?href=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fluhutbinsar.pandjaitan%2Fposts%2F2826521530754936&width=500" width="500" height="789" frameborder="0" scrolling="no">

Ia pun meminta persoalan aksen bahasa Inggris diakhiri. Luhut meminta agar masyarakat kompak dalam membangun bangsa dan negara.

BACA JUGA: Peneliti: Ganjar Pranowo Lebih Besar Kansnya Dibandingkan Puan Maharani di Pilpres 2024

"Sudah cukuplah dengan perbedaan-perbedaan yang muncul di pilpres lalu, jangan lagi kita buka. Mari kita menatap 5 tahun ke depan dengan penuh optimis," tegasnya. (*)

Baca Artikel Asli