Bagaimana Cara Mewujudkan Ide Jadi Produksi Film?
Sabtu, 11 September 2021 -
UNTUK membuat sebuah film, tentu perlu persiapan yang harus dilakukan mulai dari pra-produski, produksi, dan pasca-produksi. Produser sekaligus anggota Akademi Film Eropa, Alessandra Pastore membagikan sejumlah kiat dan langkah agar ide dapat dikembangkan menjadi sebuah proyek produksi film.
Menurut Pastore, proyek pengerjaan film tidak dapat dilakukan sendiri. Ia mengatakan film adalah sebuah industri yang memungkinkan setiap individu menemukan cerita untuk digali, dan mitra baru untuk berproses bersama.
“Sinema adalah sebuah industri, sehingga terdapat langkah-langkah yang harus diikuti. Sinema juga bukan industri yang murah, sehingga ketika kita benar-benar mau melakukannya secara profesional, maka kita harus menggali cerita-cerita yang otentik, yang personal, untuk kemudian diolah bersama-sama dengan tim,” kata Pastore mengutip ANTARA.
Lebih lanjut, perempuan berkebangsaan Italia itu mengatakan film adalah sebuah media yang universal dan mampu berbicara, sehingga menyentuh banyak orang di dunia.
Baca juga:
Daftar Biaya Produksi Film Star Wars Termahal Sepanjang Sejarah!
“Bagaimana film dapat menjadi sebuah ‘bahasa’? Jagalah keaslian cerita kita. Apa yang membuat sebuah kisah menjadi universal adalah ketika cerita itu otentik, personal, jujur, dan memiliki latar belakang budaya yang spesifik. Penonton akan percaya dengan kisah itu, karena itu nyata dan terasa dekat,” kata Pastore.
Perempuan yang juga merupakan pembicara dalam Torino Film Lab tersebut mengatakan dalam mengembangkan sebuah ide, cerita harus menjadi pesan dan penggerak tim dalam membuat film.
“Pengembangan adalah bisnis profesional untuk membuat cerita menjadi bentuk yang tepat, dalam skrip, pengemasan, pembiayaan, dan elemen pemasarannya agar film dibuat dengan cara yang sesuai dengan visi kreatif yang mengembangkan cerita,” jelas Pastore.
Baca juga:
“Realisasi cerita itu pada saat yang sama harus masuk akal secara komersial dalam konteks ekonomi, para pengembang cerita akan memastikan bahwa penonton untuk cerita mereka diidentifikasi, dipahami, dan dijangkau,” ujarnya.
Ia pun membagi tahap pengembangan menjadi beberapa aspek. Pertama adalah aspek kreativitas yang meliputi tim kreatif, genre film, dan segmentasi penonton.
Aspek selanjutnya adalah isu keuangan yang meliputi anggaran, bagaimana cara menarik pihak lain untuk berproduksi bersama, serta perencanaan keuangan produksi.
“Hal terakhir adalah pemasaran dan distribusi film. Hal ini termasuk pitching dan pengemasan film nantinya, lalu pendistribusiannya. Apakah film ini nantinya lebih sesuai untuk festival internasional atau lokal, hingga mempertimbangkan pendekatan kepada penonton di setiap wilayah atau negara,” tutup Pastore. (and)
Baca juga:
Hollywood Rilis Panduan Kenormalan Baru dalam Proses Produksi Film