Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup ShowBiz

"Ayah" Luqman Podolski tentang Luka dan Realitas Keluarga, Simak Lirik Lagunya

Frengky Aruan - Minggu, 19 Juli 2026

MerahPutih.com - Berbeda dari mayoritas lagu bertema ayah yang sering menggambarkan sosok melalui pengorbanan, kasih sayang, dan perannya sebagai figur pelindung keluarga, "Ayah" Luqman Podolski justru mengambil sudut pandang yang lebih berani dan jarang diangkat.

Lagu ini menghadirkan sisi lain dari hubungan keluarga dengan membahas realitas ketika seorang ayah tidak mampu menjalankan perannya secara utuh, serta bagaimana kondisi tersebut dapat meninggalkan luka dan pengaruh emosional bagi orang-orang di sekitarnya.

Menurut Luqman Podolski, lagu ini tercipta sebagai bentuk refleksi terhadap berbagai kenyataan hidup yang terjadi di tengah masyarakat. Meskipun mengangkat isu yang cukup sensitif dan mungkin tidak mudah untuk dibicarakan, cerita yang dibawa dalam lagu tersebut merupakan pengalaman nyata yang dialami sebagian orang dan menyimpan dampak emosional yang begitu besar.

Berikut lirik lengkapnya:

Aku ada ayah, tinggal di Subang, yeah

Hidupnya mewah, hidupnya senang lenang, yeah

Mananya tidak, awek keliling pinggang

Kami perlukan kau, tapi kau menghilang

Baca juga:

Lirik 'Bansanka', saat Taeyeon Menggambarkan Cinta tak Selalu Sempurna

Bukan minta simpati, engkau tinggalkan kami

Apa tak cukup lagi, tua tak sedar diri?

Berapa banyak bini engkau nak cari?

Apa lagi yang kau tak cukup lagi?

Ibu tanya, "Besar nak jadi apa?"

Nak cari ayah, tembaknya di kepala

Ibu tanya, "Kenapa apa dia kata?"

Bukannya betul, Ibu, itu hanya metafora

Aku ada ayah, tinggal di Subang, yeah

Hidupnya mewah, hidupnya senang lenang, yeah

Mananya tidak, awek keliling pinggang

Kami perlukan kau, tapi kau menghilang

Aku ada ayah, tinggal di Subang, yeah

Hidupnya mewah, hidupnya senang lenang, yeah

Mananya tidak, awek keliling pinggang

Kami perlukan kau, tapi kau menghilang

Luahan yang penuh marah, dia masih tak ubah

Perangai masih sama, egonya makin bertambah

Tak pernah rasa bersalah, layakkah digelar ayah? Yeah

Kalau kau dengari lagu ini, ini khas untuk kau sedar diri

Ingatlah dunia berputar, berputar tanpa henti

Engkau manusia, manusia yang tiada hati

Engkau tinggalkan kami, yeah, ke mana engkau lari?

Aku ingat dah mati, yeah, rupanya hidup lagi

Kau tak perlu ajar erti hidup

Aku rasa engkau yang tak patut hidup, dan

Kau tak perlu ajar erti hidup

Aku rasa engkau yang tak patut hidup

Aku ada ayah, tinggal di Subang

Hidupnya mewah, hidupnya senang lenang

Mananya tidak, awek keliling pinggang

Kami perlukan kau, tapi kau menghilang

Aku ada ayah, tinggal di Subang, yeah

Hidupnya mewah, hidupnya senang lenang, yeah

Mananya tidak, awek keliling pinggang

Kami perlukan kau, tapi kau menghilang

Aku ada ayah, tinggal di Subang

Hidupnya mewah, hidupnya senang lenang

Mananya tidak, awek keliling pinggang

Kami perlukan kau, tapi kau menghilang. (Far)

Baca Artikel Asli