MerahPutih.com - Berbeda dari mayoritas lagu bertema ayah yang sering menggambarkan sosok melalui pengorbanan, kasih sayang, dan perannya sebagai figur pelindung keluarga, "Ayah" Luqman Podolski justru mengambil sudut pandang yang lebih berani dan jarang diangkat.
Lagu ini menghadirkan sisi lain dari hubungan keluarga dengan membahas realitas ketika seorang ayah tidak mampu menjalankan perannya secara utuh, serta bagaimana kondisi tersebut dapat meninggalkan luka dan pengaruh emosional bagi orang-orang di sekitarnya.
Menurut Luqman Podolski, lagu ini tercipta sebagai bentuk refleksi terhadap berbagai kenyataan hidup yang terjadi di tengah masyarakat. Meskipun mengangkat isu yang cukup sensitif dan mungkin tidak mudah untuk dibicarakan, cerita yang dibawa dalam lagu tersebut merupakan pengalaman nyata yang dialami sebagian orang dan menyimpan dampak emosional yang begitu besar.
Berikut lirik lengkapnya:
Aku ada ayah, tinggal di Subang, yeah
Hidupnya mewah, hidupnya senang lenang, yeah
Mananya tidak, awek keliling pinggang
Kami perlukan kau, tapi kau menghilang
Baca juga:
Lirik 'Bansanka', saat Taeyeon Menggambarkan Cinta tak Selalu Sempurna
Bukan minta simpati, engkau tinggalkan kami
Apa tak cukup lagi, tua tak sedar diri?
Berapa banyak bini engkau nak cari?
Apa lagi yang kau tak cukup lagi?
Ibu tanya, "Besar nak jadi apa?"
Nak cari ayah, tembaknya di kepala
Ibu tanya, "Kenapa apa dia kata?"
Bukannya betul, Ibu, itu hanya metafora
Aku ada ayah, tinggal di Subang, yeah
Hidupnya mewah, hidupnya senang lenang, yeah
Mananya tidak, awek keliling pinggang
Kami perlukan kau, tapi kau menghilang
Aku ada ayah, tinggal di Subang, yeah
Hidupnya mewah, hidupnya senang lenang, yeah
Mananya tidak, awek keliling pinggang
Kami perlukan kau, tapi kau menghilang
Luahan yang penuh marah, dia masih tak ubah
Perangai masih sama, egonya makin bertambah
Tak pernah rasa bersalah, layakkah digelar ayah? Yeah
Kalau kau dengari lagu ini, ini khas untuk kau sedar diri
Ingatlah dunia berputar, berputar tanpa henti
Engkau manusia, manusia yang tiada hati
Engkau tinggalkan kami, yeah, ke mana engkau lari?
Aku ingat dah mati, yeah, rupanya hidup lagi
Kau tak perlu ajar erti hidup
Aku rasa engkau yang tak patut hidup, dan
Kau tak perlu ajar erti hidup
Aku rasa engkau yang tak patut hidup
Aku ada ayah, tinggal di Subang
Hidupnya mewah, hidupnya senang lenang
Mananya tidak, awek keliling pinggang
Kami perlukan kau, tapi kau menghilang
Aku ada ayah, tinggal di Subang, yeah
Hidupnya mewah, hidupnya senang lenang, yeah
Mananya tidak, awek keliling pinggang
Kami perlukan kau, tapi kau menghilang
Aku ada ayah, tinggal di Subang
Hidupnya mewah, hidupnya senang lenang
Mananya tidak, awek keliling pinggang
Kami perlukan kau, tapi kau menghilang. (Far)

