Aung San Suu Kyi Diminta Pulihkan Kewarganegaraan Etnis Rohingya

Kamis, 14 September 2017 - Luhung Sapto

MerahPutih.com - Direktur Amnesty International Indonesia Usman Hamid mendesak pemimpin Myanmar dan peraih Nobel perdamaian Aung San Suu Kyi meredam aksi kekerasan yang terjadi di negara bagian Rakhine.

"Harapannya Aung San Suu Kyi bisa memberikan ketegasan bahwa yang terjadi di Rakhine itu sesuatu yang salah, harus ada langkah konkrit dari pemerintah Myanmar untuk etnis Rohingya," kata Usman dalam acara diskusi di Wahid Institute, Jakarta Pusat, Kamis (14/9).

Mantan Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) ini meyakini, pangkal masalah krisis Rohingya adalah soal status kewarganegaraan etnis minoritas muslim Rohingya tidak mendapat pengakuan resmi dari negara hingga kini.

"Mengembalikan mereka ke Myanmar, memulihkan dan memastikan ada pertanggungjawaban. Dan memulihkan kewarganegaraan mereka, karena itu akar permasalahan," jelas Usman.

Rohingya adalah salah satu etnis minoritas di Myanmar. Mereka sudah berada di negara itu selama beberapa generasi di negara bagian Rakhine.

Namun, Pemerintah Myanmar menolak mengakui mereka sebagai warga negaranya. Alih-alih, mereka malah menyebut Rohingya adalah imigran Muslim ilegal asal Banglades.

Selain tak diakui kewarganegaraannya, Rohingya juga tak mendapat akses untuk segala pekerjaan di Myanmar, kecuali segelintir dari orang-orang yang terketuk hati memberi pekerjaan informal. Sampai saat ini, puluhan ribu Muslim Rohingya sudah mengungsi ke daerah perbatasan. Namun di beberapa negara mereka tidak diterima. (Pon)

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan