MerahPutih.com - Badan Usaha Milik Negara PT Hutama Karya (Persero) yang memiliki berbagai proyek pembangunan jalan tol, terutama dengan membangun 959 km jalan tol, dengan total panjang jalan yang dikelola mencapai 656 km membukan pertumbuhan kinerja keuangan positif.
BUMN infrastruktur ini, mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan dengan perolehan laba bersih sebesar Rp 1,87 triliun pada 2023 atau tumbuh signifikan sebesar 521 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Baca juga:
Pipa Transmisi Milik BUMN di Jaktim Bocor, Suplai Air Bersih di 84 Kelurahan Terganggu
Direktur Utama Hutama Karya Budi Harto menyebutkan, perolehan laba ini menjadi titik balik bagi transformasi menyeluruh yang dilakukan, mulai dari aspek keuangan, pengembangan bisnis dan investasi.
Pertumbuhan laba ini, ditopang salah satu aksi korporasi yang dilakukan yaitu asset recycling yang dilakukan terhadap kerja sama investasi dua dua ruas Jalan Tol Trans Sumatera yakni jalan tol Medan-Binjai (16,8 km), dan Bakauheni-Terbanggi Besar (140,9 km) bersama dengan Indonesia Investment Authority (INA) senilai Rp 20,5 triliun pada Juni 2023 lalu.
Budi mengatakan, dari kerja sama investasi tersebut, terdapat perbaikan dalam liabilitas perusahaan dari Rp 70,53 triliun menjadi Rp 53,11 triliun atau penurunan sebesar 24,70 persen.
Selaras dengan itu, ekuitas Hutama Karya juga ditandai mengalami penguatan sebesar Rp116,62 triliun dari sebelumnya Rp 85,78 triliun, hal ini mengalami peningkatan sebesar 35,96 persen.
Ia memaparkan, tidak hanya itu, dari sisi perolehan kontrak baru, Hutama Karya juga berhasil mengantongi nilai kontrak baru yang cukup signifikan dari periode sebelumnya yakni dari Rp 19,85 triliun di tahun 2022.
Angka tersebut tumbuh menjadi Rp 30,88 triliun di tahun 2023 atau secara persentase meningkat sebesar 55,51 persen secara tahunan, yang sebagian besar didominasi dari pekerjaan jalan dan jembatan.
Ia menegaskan, pendapatan perusahaan juga menunjukkan kinerja baik hingga akhir 2023 yaitu Rp26,93 triliun atau meningkat 11,81 persen, jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yakni Rp24,08 triliun.
Laporan keuangan 2023 juga mencatatkan rasio keuangan yang baik antara lain current ratio sebesar 2,27x yang menyatakan pengelolaan modal kerja untuk memenuhi kewajiban jangka pendek menunjukkan perbaikan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar 1,97x.
Di tahun ini perusahaan juga mencatatkan nilai interest coverage ratio yang baik, yaitu sebesar 1,46x yang menandakan bahwa operasi perusahaan mampu menutupi beban-beban keuangan atas pinjaman yang dilakukan.
"Kinerja positif terhadap keuangan perusahaan ini merupakan keberhasilan bersama yang didasari dengan transformasi yang kuat," katanya.
Baca juga:
Peminat Mudik Gratis BUMN Naik Bus Baru 30 Persen dari Kuota