Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Dunia

AS Tawarkan Rp362 Miliar untuk Informasi Program Nuklir Iran, Ini Syaratnya

ImanK - 15 menit lalu

MerahPutih.com - Pemerintah Amerika Serikat (AS) menawarkan hadiah hingga 20 juta dolar AS atau sekitar Rp334 miliar bagi siapa saja yang memiliki informasi mengenai program nuklir Iran.

Tawaran tersebut menjadi bagian dari upaya Washington mengumpulkan informasi tentang fasilitas, peralatan, dan personel yang berkaitan dengan aktivitas nuklir Teheran.

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan tawaran tersebut pada Jumat, 6 November 2026. Washington juga membuka kemungkinan relokasi atau pemindahan tempat tinggal bagi informan yang bersedia memberikan informasi.

Program penghargaan itu disalurkan melalui Rewards for Justice, sebuah inisiatif Departemen Luar Negeri AS yang memberikan imbalan kepada pihak yang menyampaikan informasi penting terkait keamanan nasional.

Dalam pengumuman melalui media sosial X, CENTCOM menyebut informasi yang dibutuhkan mencakup fasilitas nuklir, peralatan, hingga individu yang terlibat dalam program tersebut, termasuk kalangan ilmuwan.

Baca juga:

Trump Buka Opsi AS Lakukan Pendudukan di Iran dan Kuasai Selat Hormuz

"Rewards for Justice menawarkan hadiah hingga 20 juta dolar AS dan kemungkinan relokasi untuk informasi mengenai program nuklir Iran, termasuk fasilitas, peralatan, dan personel terkait, seperti mereka yang berada di komunitas ilmiah," demikian pernyataan CENTCOM.

Tawaran tersebut muncul di tengah ketegangan Washington dan Teheran serta upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik yang melibatkan kedua negara.

AS Soroti Pengawasan IAEA terhadap Nuklir Iran

Presiden

Tawaran hadiah tersebut tidak terlepas dari kekhawatiran AS mengenai transparansi aktivitas nuklir Iran. Washington menilai kepatuhan Teheran terhadap kewajiban pengamanan di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) masih menjadi persoalan.

Dalam keterangannya, Departemen Luar Negeri AS menyebut kurangnya kepatuhan Iran menyebabkan IAEA kehilangan kesinambungan informasi atau continuity of knowledge mengenai produksi dan persediaan sejumlah komponen penting program nuklir.

Salah satu komponen yang menjadi perhatian adalah sentrifugal. Perangkat ini digunakan untuk memperkaya uranium dengan meningkatkan konsentrasi isotop uranium-235.

Menurut informasi yang dimuat dalam situs resmi Rewards for Justice, laporan IAEA pada 2025 mencatat Iran telah memperkaya uranium hingga tingkat kemurnian 60 persen.

Angka tersebut jauh melampaui kebutuhan sebagian besar penggunaan nuklir sipil dan mendekati tingkat kemurnian sekitar 90 persen yang umumnya dikaitkan dengan uranium untuk senjata nuklir.

Baca juga:

Barcelona Catat Clean Sheet Pertama Sejak April 2025, Hansi Flick Girang

Meski demikian, pengayaan uranium hingga 60 persen tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa Iran telah memiliki senjata nuklir. Proses pengayaan dan pembuatan senjata merupakan tahapan yang berbeda.

Pemerintah AS juga tidak menjelaskan secara terperinci jenis informasi yang bisa membuat seseorang memperoleh hadiah maksimal 20 juta dolar AS.

Tawaran tersebut mencakup informasi mengenai fasilitas, peralatan, personel, komunitas ilmiah, serta pergerakan pihak atau komponen yang berkaitan dengan program nuklir Iran.

Trump Klaim Serangan AS Telah Melumpuhkan Program Nuklir Iran

Presiden AS Donald Trump kembali menyinggung program nuklir Iran ketika berbicara di West Palm Beach, Florida, pada Jumat malam, 6 November 2026.

Trump berulang kali menyatakan serangan militer AS telah menghancurkan atau melumpuhkan kemampuan nuklir Iran.

Namun, pemerintahannya kini justru menawarkan hadiah besar untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai fasilitas dan pihak-pihak yang terlibat dalam program tersebut.

"Jika kami tidak menyerang Iran, Anda tidak akan memiliki Israel hari ini," kata Trump.

Baca juga:

Pusakata Hadirkan 'Anakku', Single Emosional yang Terinspirasi dari Kekhawatiran Seorang Ayah

Trump juga menyebut Teheran ingin segera mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang. Menurut dia, perekonomian dan kekuatan militer Iran telah mengalami kerusakan serius akibat konflik yang berlangsung selama sekitar delapan bulan.

"Kami sedang berunding dengan mereka sekarang. Mereka sangat ingin membuat kesepakatan," ujar Trump.

Di sisi lain, upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik masih berlangsung. Qatar disebut berperan sebagai mediator dalam pembicaraan antara Washington dan Teheran.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian juga sebelumnya menyatakan pemerintahannya masih mengupayakan penyelesaian melalui jalur dialog.

Baca Artikel Asli