MERAHPUTIH.COM — WAKIL Presiden Amerika Serikat JD Vance mengonfirmasi bahwa AS telah melancarkan serangan terhadap Pulau Kharg di Iran. Meski begitu, Vance mengatakan serangan tersebut tidak menargetkan fasilitas minyak dan tidak mencerminkan perubahan strategi militer AS.
“Kami akan menyerang beberapa target militer di Pulau Kharg, dan saya yakin kami telah melakukannya. Kami tidak akan menyerang target energi dan infrastruktur sampai pihak Iran membuat proposal yang bisa kami dukung, atau tidak membuat proposal sama sekali,” kata Vance, dikutip Al Jazeera.
Seperti dilansir Reuters, dua sumber Pakistan menyebut upaya untuk memfasilitasi perundingan antara Amerika Serikat dan Iran masih terus berlangsung. Hal ini terjadi ketika serangan semakin meningkat dan tenggat waktu yang ditetapkan Donald Trump semakin mendekat.
Namun, dalam perkembangan terbaru setelah serangan ke Pulau Kharg, Iran telah menutup seluruh jalur komunikasi diplomatik maupun tidak langsung dengan Amerika Serikat. Demikian dilaporkan media pemerintah Tehran Times pada Selasa (7/4).
“Setiap dan seluruh pertukaran pesan juga telah dihentikan,” demikian bunyi laporan tersebut.
Baca juga:
Mengenal Pulau Kharg, Urat Nadi Ekonomi Iran yang Diincar Donald Trump
Presiden AS itu menetapkan Selasa (7/4) pukul 20.00 di Washington, DC (Rabu, 8 April pukul 07.00 WIB) sebagai tenggat bagi Iran. Pada Selasa, Trump juga masih membuka kemungkinan penyelesaian diplomatik meskipun mengeluarkan ancaman dramatis dengan mengatakan bahwa mungkin sesuatu yang sangat luar biasa secara revolusioner bisa terjadi.
“Sebuah peradaban akan musnah malam ini, tidak akan pernah bisa kembali lagi. Saya tidak ingin itu terjadi, tetapi mungkin itu akan terjadi,” ujar Trump di platform Truth Social miliknya.
Sementara itu, para pejabat Iran tetap bersikap menantang, memperingatkan bahwa setiap eskalasi dari AS akan dibalas dengan tindakan militer serupa di kawasan maupun di luar wilayah tersebut.(dwi)
Baca juga:
Presiden AS Donald Trump Ancam Iran: ‘Sebuah Peradaban akan Musnah Malam Ini’