Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Apa Itu D100 Sawit? Ini Pengertian, Sejarah, Bedanya dengan Biodiesel

Angga Yudha Pratama - Jumat, 21 Agustus 2026

Merahputih.com - Indonesia berhasil memproduksi bahan bakar diesel 100 persen berbasis sawit murni bernama D100 Sawit atau Green Diesel D100.

Bahan bakar ramah lingkungan ini diproduksi sepenuhnya dari minyak kelapa sawit tanpa sedikit pun campuran minyak bumi.

Baca juga:

Warga Tercatat Desil 10 Bakal Segera Rasakan Pembatasan BBM Subsidi

Kehadiran D100 membuktikan potensi besar minyak sawit dalam memperkuat ketahanan energi nasional serta mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar fosil.

Pemanfaatan minyak sawit murni (Refined Bleached Deodorized Palm Oil/RBDPO) sebagai bahan baku utama memberikan nilai tambah tinggi bagi industri hilir sawit dalam negeri.

Apa Itu D100 Sawit?

Petani

Secara sederhana, D100 Sawit adalah racikan bahan bakar diesel murni berbasis tanaman (vegetable oil) yang diproses sedemikian rupa hingga karakter kimianya persis seperti solar fosil murni.

Kode huruf "D" menandakan Diesel, sementara angka "100" menegaskan kalau kandungannya murni 100% dari olahan nabati tanpa campuran minyak bumi.

Masyarakat sering kali keliru menyamakan D100 dengan program biodiesel seperti B35 atau B40. Padahal, mekanismenya sangat berbeda jauh:

Jenis Bahan Bakar Komposisi Minyak Sawit Komposisi Solar Fosil
B35 35% Biodiesel (FAME) 65% Solar Fosil
B40 40% Biodiesel (FAME) 60% Solar Fosil
B50 50% Biodiesel (FAME) 50% Solar Fosil
D100 Green Diesel 100% Olahan Sawit 0% (Bebas Fosil)

Rekam Jejak Lahirnya D100 di Tanah Air

Kilang

Lahirnya D100 menjadi tonggak sejarah baru dalam peta energi terbarukan Indonesia. Teknologi ini diracik oleh anak bangsa melalui kolaborasi ketat antara PT Kilang Pertamina Internasional dan Institut Teknologi Bandung (ITB) memanfaatkan racikan Katalis Merah Putih.

Uji produksi perdana sukses mengepul dari Kilang Dumai, Riau, pada tahun 2020. Momen ini menegaskan bahwa Indonesia bukan cuma penyedia bahan baku, melainkan penguasa teknologi olahan energi tingkat tinggi.

Proses Pengolahan: Dari Minyak Goreng Jadi Solar Super

Bahan baku utamanya memakai Refined Bleached Deodorized Palm Oil (RBDPO)—yaitu minyak sawit yang sudah dibersihkan dan dimurnikan.

Olahan ini kemudian melewati metode hydrotreating, sebuah reaksi kimia menggunakan hidrogen dan katalis khusus untuk membuang seluruh atom oksigen dari molekul minyak sawit.

Alur ringkas pembuatannya:

  1. Pemurnian ekstra pada minyak sawit mentah.

  2. Injeksi hidrogen dibantu Katalis Merah Putih.

  3. Pelepasan kandungan oksigen secara total.

  4. Pembentukan rantai hidrokarbon murni setara solar kelas atas.

  5. Finishing akhir hingga siap dituang ke tangki mesin diesel modern.

Perbedaan D100 vs Biodiesel FAME

Banyak yang mengira D100 itu sama saja dengan biodiesel biasa. Ini kekeliruan besar. D100 adalah lompatan generasi yang jauh lebih superior.

+-----------------------------------------------------------------------+
|                         BIODIESEL (FAME)                              |
|  - Diproses via Transesterifikasi (Metanol)                           |
|  - Masih mengandung Oksigen                                           |
|  - Sifat kimia beda dengan Solar (Harus dicampur)                     |
+-----------------------------------------------------------------------+
                                   vs
+-----------------------------------------------------------------------+
|                        D100 (GREEN DIESEL)                            |
|  - Diproses via Hydrotreating (Hidrogen + Katalis)                    |
|  - Bebas Oksigen                                                      |
|  - Struktur kimia identik dengan Solar Murni (Bisa langsung pakai)    |
+-----------------------------------------------------------------------+

Hasil Uji Jalan: Performa Mengagumkan!

Saat diuji coba langsung pada kendaraan diesel dalam rute nyata sejauh 200 kilometer, D100 menunjukkan performa yang bikin berdecak kagum.

Beberapa keunggulan langsung yang dirasakan mesin meliputi:

Jenis Bahan Bakar Angka Setana (Cetane Number)
Solar Biasa (Subsidi) 48 – 51
Pertamina Dex ~53
D100 Sawit ~79

Catatan: Semakin tinggi angka setana, makin cepat dan sempurna BBM terbakar di dalam ruang mesin.

Dampak Strategis bagi Ekonomi Indonesia

Ilustrasi

Keberhasilan proyek D100 membawa efek dominasi yang sangat menguntungkan negara:

Menatap Ekosistem G100 dan J100

Pengembangan BBM berbasis sawit di Indonesia tidak berhenti di D100 saja. Para peneliti tanah air kini tengah mematangkan dua varian pendampingnya:

Jika ketiga ekosistem ini berhasil diproduksi massal secara komersial, Indonesia otomatis sah menjadi negara pertama di dunia yang berhasil menjalankan transportasi darat dan udara murni dari hasil kebun sendiri.

Tantangan yang Harus Ditaklukkan

Tentu saja perjalanan D100 menuju SPBU umum tidak tanpa hambatan. Ada beberapa tantangan nyata yang perlu dibereskan pemerintah dan pelaku industri:

  1. Investasi Kilang: Membutuhkan modal besar untuk membangun fasilitas hydrotreating skala raksasa.

  2. Pasokan Hidrogen: Memerlukan suplai gas hidrogen yang stabil dan efisien selama proses produksi.

  3. Harga Jual Kompetitif: Biaya produksi harus bisa bersaing ketat dengan harga solar fosil pasaran.

  4. Pasokan Bahan Baku: Kepastian rantai pasok sawit berkelanjutan agar tidak mengganggu stok pangan nasional.

Meskipun tantangannya tidak kecil, kombinasi teknologi Katalis Merah Putih dan komitmen penuh hilirisasi menjadikan D100 Sawit sebagai simbol kedaulatan energi Indonesia yang siap menguncang peta energi dunia di masa depan.

Baca Artikel Asli