Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Anies Yakin Pemindahan Ibu Kota Tak Pengaruhi Pendapatan Jakarta

Angga Yudha Pratama - Kamis, 29 Agustus 2019

MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan meyakini bahwa pemindahan Ibu Kota dari Jakarta ke Penajam Paser dan Kutai Katenegara, Kalimantan Timur tak mempengaruhi pendapatan Jakarta nantinya.

Saat ini sambung Anies, pihaknya menunggu langkah-langkah pemerintah pusat perihal pemindahan Ibu Kota Negara.

Baca Juga:

Kuasai 99 Persen Kutai Energi, Luhut Bilang Pindah Ibu Kota Momentum Tertibkan Tambang Ilegal

Podomoro Langsung Jualan Properti Ibu Kota Baru, Pengamat: Lahan Kaltim Dikuasai Pemain Besar

"Tapi saya percaya bahwa lahan-lahan yang semula digunakan perkantoran itu akan menjadi tempat yang berdampak bagi perekonomian dan lingkungan," kata Anies di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (29/8).

Anies mengungkapkan pihak berniat untuk menyulap sebagian gedung pemerintahan di Jakarta diolah menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan biru. Dirinya juga akan memanfaatkan sebagian kawasan menjadi bangunan komersial karena diyakini Jakarta bakalan tetep menjadi pusat bisnis.

Gagasan, rencana dan kriteria desain ibu kota negara (Bahan Paparan Kementerian PUPR)

"Kemarin saya sampaikan sebagian tentu akan menjadi perkantoran, akan menjadi wilayah komersial, ini saya juga mengusulkan sebagian bisa menjadi taman kota," tutur dia

Sehingga, menurut dia, perombakan gedung bekas pemerintah jadi RTH dan ruang terbuka biru dapat memberikan efek lingkungan hidup di Jakarta yang baik.

Baca Juga:

BMKG Pastikan Kalimantan Timur Khususnya Lokasi Ibu Kota Minim Ancaman Tsunami

Menteri PUPR: Ibu Kota Baru Berkonsep City of the Forest

Kemudian untuk pembangunan komersil dipastikan akan menggerakan perekonomian di Jakarta.

"Karena kalau jadi komersial artinya ada kegiatan pembangunan dan itu menyerap tenaga kerja, ada kegiatan usaha itu menyerap tenaga kerja, jd insyallah secara natural memang Jakarta sudah menjadi ibu kota ekonomi Indonesia secara natural," tutupnya. (Asp)

Baca Artikel Asli