MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengklaim atlet perenang asal Jakarta yang tertahan di Hongkong berada di tempat aman. Saat ini mereka bersama Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Hongkong.
Menurut mantan rektor Universitas Paramadina ini Kondisi para kontingen perenang Ibu Kota itu juga dalam keadaan baik-baik saja.
Baca Juga: Pejabat China ke Demonstran Hong Kong: Jangan Dikira Kami Tahan Diri Berarti Kami Lemah
"Saat ini merk tidak berada di airport lagi mereka sekarang berada di kantor KJRI di Hongkong dan kondisinya aman sehat mereka sedang menunggu untuk nanti airport bisa di buka kembali," kata Anies di Pendopo Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Selasa (13/8).
Anies menjelaskan rombongan perenang Jakarta tertahan di negara Hongkong yang tak bisa pulang ke Indonesia karen bandara di negara tersebut saat ini sedang tutup. Penutupan itu disebabkan buntut dari unjuk rasa yang tak kunjung usai.
"Ya jadi tim berenang DKI sedang pelatihan di Hongkong sejak tanggal 6 sampai 12. harus nya tanggal 12 sudah bisa pulang tetapi ada demonstrasi yang kemudian membuat airport nya tidak bisa berfungsi sehingga perenang kita tertahan," tutur dia.
Baca Juga: Dampak Unjuk Rasa Anti Pemerintah, Otoritas Bandara Hong Kong Batalkan Semua Penerbangan
Namun, Anies menuturkan bila tak ada halangan para kontingen yang berada di negara konflik itu berencana bakal bertolak ke Jakarta pada esok hari Rabu (14/8).
"Mereka akan kembali dengan pesawat garuda yang berangkat awal. Di perkirakan berangktkan pada tanggal 14. Kalau semaunya sudah terbuka saat ini masih belumm buka," tutupnya
Seperti diketahui, Tim renang PON DKI Jakarta harus menginap di bandara Hongkong karena jadwal pesawat mereka mengalami penundaan akibat aksi unjuk rasa yang terjadi hari Senin (12/8).
Baca Juga: Presiden Jokowi Yakinkan Pengusaha dan Investor Hong Kong untuk Investasi di Indonesia
Tim DKI Jakarta yang berkekuatan 115 atlet putra putri, 6 pelatih dan 1 manajer tim ini baru saja mengikuti Hong Kong Open Swimming Championship, 9-11 Agustus 2019. Rencananya tim akan pulang ke Jakarta menggunakan pesawat Cathay Pacific pada Senin (12/8) malam. (Asp).