MERAHPUTIH.COM - ALIANSI Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) memastikan persiapan aksi demonstrasi di depan Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, Kamis (27/8), terus dimatangkan. Massa AMPB dijadwalkan mulai berorasi sekitar pukul 10.00 WIB.
Koordinator AMPB Supriyono alias Botok mengatakan mobil komando hingga kebutuhan logistik telah disiapkan. Logistik juga telah tersedia bagi massa dari Pati yang sudah berada di Jakarta maupun yang masih dalam perjalanan.
"Untuk update hari ini, kita mempersiapkan untuk kegiatan besok terkait mobil komando juga sudah disiapkan. Untuk logistik teman-teman yang di Pati yang sudah di sini, dan logistik untuk teman-teman dari Pati yang baru meluncur di Jakarta, alhamdulillah sudah ter-cover semua," kata Botok di Jakarta, Rabu (26/8).
Selain itu, AMPB juga telah melakukan konsolidasi dengan sejumlah elemen masyarakat dan daerah yang berada di Jakarta. Botok belum dapat memperkirakan jumlah massa yang akan bergabung dalam aksi. Dia menyebut gerakan AMPB bersifat organik dan tidak didasarkan pada pemberian bayaran atau iming-iming tertentu.
Kalau massa, kami tidak bisa memprediksi berapa ribu orang ya, karena ini kan gerakan organik. Ini panggilan masyarakat yang hadir di DPR RI dengan hati nurani, tanpa ada bayaran, tanpa ada iming-iming, tanpa ada kepentingan.
Botok, Koordinator AMPB
Baca juga:
Terkait dengan kemungkinan audiensi dengan DPR, Botok mengatakan AMPB tidak menutup pintu dialog. Dia bahkan memastikan siap memenuhi undangan apabila pemimpin DPR bersedia menemui massa. "Kami tidak antidialog. Selama ada usul dari teman-teman di dalam, kita diajak dialog, oke. Namun, harus sesuai dengan harapan kami," katanya.
Namun, hingga berita ini diturunkan, Botok memastikan belum ada komunikasi dari pihak DPR yang mengajak AMPB berdialog. "Belum. Belum," ujar Botok saat ditanya mengenai komunikasi dari DPR.
Meski demikian, dia menegaskan AMPB akan siap jika DPR mengundang mereka untuk audiensi saat aksi berlangsung. "Kalau besok teman-teman mengajak audiensi, kami siap," tegasnya.
Dalam aksi tersebut, AMPB membawa dua tuntutan. Mereka mendesak DPR segera mengesahkan RUU Perampasan Aset serta menuntut hukuman mati bagi koruptor.
Dalam aksi tersebut, AMPB membawa dua tuntutan utama. Pertama, mendesak DPR segera mengesahkan RUU Perampasan Aset. Kedua, menuntut pemberlakuan hukuman mati bagi koruptor.(Pon)
Baca juga:
Mahasiswa Aliansi BEM Persatuan Se-Jakarta Raya Beri Respon Aksi Demo AMPB Pati