Pembakaran Desa Rohingya Dilakukan Secara Sistematis

Jumat, 15 September 2017 - Zaimul Haq Elfan Habib

MerahPutih.com - Tim Amnesty Internasional menemukan bukti baru bahwa pembakaran yang dilakukan oleh militer Myanmar di pedesaan etnis Rohingya dilakukan secara sistematis.

Direktur Amnesti Internasional Usman Hamid mengatakan pembakaran desa itu berskala besar di seluruh negara bagian Rakhine Utara.

"Di mana pasukan keamanan dan massa membakar seluruh desa Rohingya dan menembak warga secara acak saat mereka mecoba melarikan diri," ujar Usman di Gedung Amnesti Internasional Jakarta Pusat, Jumat (15/9).

Analisis tersebut dilakukan oleh Amnesty terhadap data deteksi kebakaran melalui Citra Satelit, foto dan video dari lapangan serta wawancara dengan saksi mata di Myanmar yang berada di perbatasan Bangladesh.

"Bukti itu tidak terbantahkan. Pasukan keamanan Myanmar membakar bagian utara Rakhine agar orang-orang Rohingya keluar dari Myanmar," bebernya.

Menurut Usman, serangan itu dilakukan untuk membersihkan etnis Rohingya yang berada di negara Myanmar.

"Ada pola kekerasan yang jelas dan sistematis di sini. Pasukan keamanan mengelilingi sebuah desa, menembaki orang yang melarikan diri yang panik kemudian membakar rumah mereka hingga rata dengan tanah," pungkasnya. (Asp)

Baca juga berita terkait kekerasan pada etnis Rohingya di: PBB Sebut 1.000 Etnis Minoritas Rohingya Tewas

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan