Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Dunia Indonesia

Alarm Bahaya dari Tokyo! Jepang Petakan 3 Pemicu Krisis Keamanan Negara Asia Tenggara

Wisnu Cipto - Kamis, 29 Oktober 2026

MerahPutih.com - Jepang melontarkan peringatan serius mengenai kondisi keamanan kawasan Asia Tenggara yang dinilai memburuk dengan sangat cepat akibat akumulasi dari berbagai krisis global.

Dikutip Kamis (29/10), Jepang memetakan ada tiga faktor utama yang memicu krisis keamanan di negara-negara anggota ASEAN itu.

Namun, Menteri Pertahanan Jepang, Shinjiro Koizumi, menegaskan komitmen Tokyo untuk memperkuat ketahanan 11 negara anggota ASEAN dalam menghadapi ancaman yang kian kompleks.

Bencana alam kini semakin parah, melumpuhkan sektor komunikasi, layanan kesehatan, dan transportasi secara bersamaan,

Menteri Pertahanan Jepang, Shinjiro Koizumi, dalam forum Pertemuan Menteri Pertahanan ASEAN (ADMM) di Cebu, Filipina.

Baca juga:

180 Personel Militer dan Heli CH-47 Chinook Jepang Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan

Tiga Pilar Pemicu Krisis Keamanan di Negara Asia Tenggara

Untuk itu, Koizumi mengajak jajaran Menhan yang hadir mendorong pembaruan skema kerja sama pertahanan antara Jepang dan ASEAN. Dilansir dari Antara, berikut penjabaran tiga faktor pemicu memburuknya kondisi keamanan di negara-negara kawasan Asia Tenggara itu:

Koizumi menyoroti ketiga pemicu krisis keamanan negara itu tidak beroperasi secara terpisah, melainkan saling tumpang tindih dan memperkuat dampak kerusakan satu sama lain.

Baca juga:

Karhutla di Indonesia Bakal Jadi Bahasan di KTT ASEAN Manila, Ini Kata Menlu Arrmanatha

Komitmen Jepang Bantu ASEAN

Lebih jauh, Koizumi menekankan kondisi ini menuntut komitmen ASEAN untuk terus menjaga persatuan, sentralitas, serta ketahanan kolektif di tengah dinamika geopolitik yang kian memanas.

Pemerintah Jepang berjanji akan melakukan segala upaya untuk mengonversi seluruh skema kerja sama pertahanan menjadi "kekuatan nyata" bagi kemandirian negara-negara di kawasan.

"Tujuan kami sederhana: memperluas pilihan bagi ASEAN dan setiap negara anggotanya agar dapat memahami, memutuskan, serta bertindak secara mandiri," tandas Menhan Jepang itu. (*)

Baca Artikel Asli