MERAHPUTIH.COM - LAPORAN Salary Pulse- Indonesia 2026 membawa temuan baru terkait dengan tren gaji pekerja Tanah Air. Laporan itu menempatkan Indonesia ada di posisi kedua dengan pekerja yang merasa digaji layak se Asia Pasifik.
"Indonesia nomor dua dengan sebanyak 81 persen, di posisi pertama ada Thailand, yakni 83 persen," ujar Managing Director Indonesia of Jobstreet by SEEK Wisnu Dharmawan saat konferesi pers Laporan Salary Pulse di RDTX Building, Jakarta Selatan, pekan lalu.
Menurut Wisnu, pekerja Indonesia yang merasa digaji layak dipengaruhi faktor personal. Hal itu berkenaan dengan situasi persaingan kerja dan ketersedian lapangan pekerjaan.
Situasi di Indonesia dan umumnya di kawasan Asia Tenggara yakni para pekerja merasa gaji layak karena tidak ada opsi lain dalam mencari pekerjaan. Misalnya kondisi lapangan pekerjaan yang lebih sedikit, sedangkan calon pekerjanya tinggi.
Wisnu Dharmawan, Managing Director Indonesia of Jobstreet by SEEK
Berbeda dengan kawasan negara seperti Autralia dan Selandia. Menurut Wisnu, angka pekerja merasa mendapat gaji layak cenderung rendah karena para pekerja di negara tersebut memiliki opsi pekerjaan yang lebih banyak, sedangkan sumber daya manusianya sangat terbatas. Berdasarkan hasil laporan, hal yang mempengaruhi fenomena ini ialah perbedaan budaya, ekonomi, dan kondisi lingkungan kerja.
Baca juga:
4 Tips Negosiasi Naik Gaji di Perusahaan, 83 Persen Karyawan Berhasil dengan Cara Ini
Dalam laporan Salary Pulse 2026, negara dengan pekerja yang merasa digaji layak pertama dipegang Thailand dengan 83 persen. Indonesia 81 persen dan Malaysia 81 persen, Filipina 80 persen. Kawasan Australia 76 persen, Singapura 71 persen, Hong Kong 70 persen, dan Selandia Baru 60 persen.
"Menurut data, pekerja Indonesia yang merasa telah digaji layak tersebut berada di Jabodetabek sebanyak 71 persen," kata Wisnu.
Laporan Salary Pulse: 2026 dilakukan sejak Februari 2026. Dengan jumlah koresponden asal Indonesia 1.010 dengan usia rentang 18-64 orang. Penelitian ini dilakukan secara daring oleh Nature, perusahaan konsultan strategis, riset pasar berbasis di Australia.(Tka)
Baca juga:
Tak Semua Pekerja Dapat Kenaikan Gaji Tinggi, Ini Temuan Salary Pulse Indonesia 2026