MERAHPUTIH.COM - PT Kereta Api Indonesia (KAI) melaporkan 81 korban kecelakaan kereta api Bekasi Timur yang dirawat di rumah sakit telah kembali ke rumah setelah menjalani perawatan. Sementara itu, 19 lainnya masih dalam penanganan lanjutan di rumah sakit. Vice President of Corporate Communication of KAI Anne Purba menyampaikan pendampingan terus dilakukan agar proses pemulihan berjalan dengan baik.
"Kami terus memantau kondisi korban yang masih dirawat serta memastikan kebutuhan mereka terpenuhi. Bagi yang telah kembali ke rumah, pendampingan tetap kami lanjutkan sesuai kebutuhan," ujar Anne kepada wartawan, Minggu (3/5).
Selain yang dirawat di RS, KAI juga membantu pengobatan korban yang telah melakukan berobat secara mandiri melalui mekanisme klaim atau reimbursement. Persyaratan meliputi alat pembayaran yang memuat data perjalanan, identitas pelanggan, kuitansi dan rincian biaya pengobatan, resume medis, serta salinan rekening. Setelah berkas dinyatakan lengkap, proses klaim akan dikoordinasikan bersama pihak asuransi.
"Proses klaim berlangsung paling lambat 21 hari kerja setelah dokumen dinyatakan lengkap. Pelanggan akan dihubungi kembali oleh pihak terkait bersama KAI," tambah Anne.
Baca juga:
Tabrakan KRL dan Argo Bromo di Bekasi Timur Jadi Momentum Revolusi Keselamatan Kereta Api
Layanan trauma healing juga disediakan bagi pelanggan yang membutuhkan, dengan pengajuan melalui Posko Informasi maupun call center 0812-9660-5747. Pendampingan awal dapat dilakukan melalui telemedicine, sedangkan untuk keluarga pelanggan yang membutuhkan dilakukan secara langsung. Posko Bekasi Timur tetap beroperasi hingga 11 Mei 2026, melayani kebutuhan informasi, administrasi, serta pendampingan lanjutan.
Di sisi operasional, layanan Commuter Line Jabodetabek menunjukkan perbaikan yang konsisten dalam beberapa hari terakhir. Ketepatan waktu keberangkatan berangsur naik dari 71,54 persen pada 30 April menjadi 87,39 persen pada 1 Mei, lalu mencapai 88,84 persen pada 2 Mei.
Ketepatan waktu kedatangan juga meningkat dari 68,46 persen menjadi 84,86 persen, dan kembali membaik hingga 87,04 persen. Perjalanan yang mengalami keterlambatan semakin berkurang dengan waktu keterlambatan yang lebih terkendali. Perbaikan serupa terlihat di lintas Cikarang. Ketepatan waktu keberangkatan meningkat dari 50 persen menjadi 61 persen, lalu mencapai 66 persen, sedangkan kedatangan naik dari 44 persen menjadi 57 persen dan kemudian 61 persen. Tren ini mencerminkan proses normalisasi yang berjalan semakin stabil.
Perjalanan kereta api jarak jauh yang melintas di wilayah Bekasi Timur juga telah kembali berjalan dengan pola operasi yang terjaga. Dalam satu hari, terdapat 32 perjalanan KA dari Pasarsenen serta 36 perjalanan KA dari Gambir yang melintas di lintas tersebut.
Sejak operasional kembali berjalan pada 28 April hingga 2 Mei 2026, volume pengguna Commuter Line lintas Cikarang tercatat mencapai 574.644 pelanggan.
"Kami memahami bahwa setiap perjalanan memiliki arti bagi setiap pelanggan. Karena itu, kami akan terus hadir mendampingi, memastikan layanan berjalan aman, dan menjaga keandalan operasional ke depan," tutup Anne.(Asp)
Baca juga:
KAI Tanggapi Rangkaian Bunga di Stasiun Bekasi Timur: tak Saling Kenal, tapi Ada Rasa Kebersamaan