Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Penerbangan Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, 6 Bandara Alternatif Disiapkan Pemerintah

Ananda Dimas Prasetya - Senin, 07 September 2026

MerahPutih.com - Pemerintah menyiapkan enam bandara alternatif untuk menjaga konektivitas penerbangan di tengah penutupan sejumlah bandara akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, Banten.

Keenam bandara tersebut dapat digunakan sesuai kebutuhan dan kondisi operasional penerbangan. Langkah ini diharapkan membantu mencegah penumpukan penumpang sekaligus menjaga kelancaran konektivitas transportasi udara.

Baca juga:

Daftar 7 Bandara yang Ditutup akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau, Ribuan Penerbangan Terdampak

Daftar 6 Bandara Alternatif

Enam bandara yang disiapkan pemerintah terdiri dari:

  1. Bandara Juanda di Jawa Timur.
  2. Bandara Adi Soemarmo di Jawa Tengah.
  3. Bandara Internasional Yogyakarta di Daerah Istimewa Yogyakarta.
  4. Bandara Adisutjipto di Daerah Istimewa Yogyakarta.
  5. Bandara Jenderal Ahmad Yani di Jawa Tengah.
  6. Bandar Udara Internasional Kertajati, Jawa Barat.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan maskapai didorong memanfaatkan bandara alternatif tersebut untuk menghindari penumpukan penumpang, baik yang akan datang maupun yang akan terbang.

"Kami mendorong agar maskapai dapat menggunakan bandara tersebut untuk menghindari penumpukan penumpang, baik yang akan datang maupun yang akan terbang. Ini yang kita harapkan supaya pengaturan penumpang bisa optimal," kata Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi saat memantau langsung Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (7/9).

Baca juga:

Bandara Soekarno-Hatta Terdampak Abu Vulkanik, Pindah ke Kertajati hingga Yogyakarta

Penggunaan Bandara Disesuaikan Kondisi Operasional

Penggunaan bandara alternatif tetap menyesuaikan kondisi operasional, kesiapan bandara, rute penerbangan, serta keputusan masing-masing maskapai.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus berkoordinasi dengan pengelola bandara, AirNav Indonesia, maskapai penerbangan, serta instansi terkait untuk memastikan penyesuaian operasional dapat dilakukan secara aman dan terkoordinasi.

Dudy juga mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan menggunakan transportasi udara untuk memastikan status penerbangannya kepada maskapai sebelum menuju bandara.

Penumpang yang terdampak penutupan bandara juga diminta mengikuti arahan dan kebijakan maskapai terkait perubahan jadwal maupun pengalihan penerbangan.

Baca juga:

624 Penerbangan Ditunda di Bandara Soetta Efek Erupsi Anak Krakatau, Ini Solusinya

Masyarakat Diminta Pantau Informasi Penerbangan

Dudy mengapresiasi masyarakat yang telah mengikuti aturan dan arahan terkait kondisi penerbangan saat ini.

“Kami mengapresiasi masyarakat yang telah tertib mengikuti aturan dan arahan terkait kondisi penerbangan saat ini. Dukungan dan kepatuhan masyarakat sangat membantu proses penanganan kondisi ini, khususnya dalam menjaga keselamatan dan kelancaran operasional penerbangan,” kata Dudy.

Masyarakat juga diminta terus memantau perkembangan kondisi penerbangan melalui kanal informasi resmi Kemenhub, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, serta informasi resmi dari masing-masing maskapai.

Status operasional bandara dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan sebaran abu vulkanik dan kondisi keselamatan penerbangan.

Dudy menambahkan, pihaknya bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus memantau dan mengevaluasi kondisi penerbangan serta memperbarui informasi sesuai perkembangan terbaru.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas sekaligus menjaga konektivitas transportasi udara bagi masyarakat,

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi.

(Pon)

Baca Artikel Asli