Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

6,6 Juta Wisatawan Asing Ditargetkan Datang ke Bali, Jajaki Pemasaran ke Negara Potensial Kurang Dilirik

Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 31 Maret 2026

MerahPutih.com - Sepanjang 2026, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) atau asing diharapkan mencapai 6,625 juta kunjungan. Target tersebu, sesuai rencana strategis 2030.

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dispar Bali Ida Ayu Indah Yustikarini menyampaikan. target 6,625 juta itu naik dari target kunjungan wisman 2025 yang saat itu ditargetkan 6,5 juta. Namun, pada 2025 Bali berhasil melampaui target dengan total akhir jumlah kunjungan 6,9 juta.

Ia menilai, target pariwisata saat ini tidak lagi semata-mata pada jumlah kedatangan, melainkan berorientasi pada kualitasnya.

Meski demikian, untuk memenuhi angka-angka ini tetap dibutuhkan strategi, salah satunya mengalihkan fokus dari wisman Eropa dan Amerika ke wisman Asia.

Baca juga:

Antrean Kendaraan Arus Balik Mengular di Pelabuhan Ketapang, ASDP Kerahkan 34 Unit Kapal

Ini karena situasi konflik di Timur Tengah sebagai hub Eropa ke Bali membuat bisa dipastikannya jumlah kunjungan mereka akan turun.

“Kami banyak mohon saran kepada Kemenpar dan pelaku pariwisata yaitu mencoba mengurangi ketergantungan pada rute transit yang rentan, kemudian mencoba mendorong wisatawan dari negara tetangga yang lebih dekat misalnya Asia Pasifik yaitu Australia, Asia Tenggara, Asia Timur, dan Asia Selatan India,” ujar Dayu Indah.

Jika dilihat berdasarkan data kunjungan 2025, maka kunjungan wisman tertinggi masih dipegang Australia, disusul China, India, Korea Selatan, Inggris, Amerika, Prancis, Malaysia, Singapura, dan Jerman.

Dengan adanya konflik Timur Tengah maka beberapa negara yang terancam isu keamanan adalah Inggris, Amerika, Prancis, dan Jerman.

“Jadi kita bisa memfokuskan ke seperti yang saya katakan tadi yaitu Australia, India, China, ada Korea Selatan, kemudian Malaysia, Singapura,” ujar Dayu Indah.

Pemda mengusulkan agar pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata maupun Kementerian Luar Negeri membantu dalam penjajakan negara-negara potensial yang kurang dilirik.

Selain wisman, Dispar Bali juga menaruh harapan besar kepada wisatawan domestik, dimana ketika pandemi COVID-19 wisatawan nusantara memberi banyak kontribusi pada ekonomi Bali. (*)

Baca Artikel Asli