MerahPutih.com - Fotografer Indonesia Tenny Schneider berhasil mencuri perhatian publik dalam pameran Christian Bailly, Balai Kota Paris, di kawasan Museum Louvre. Perempuan yang bermukim di Paris itu menjadi sorotan lewat 38 foto karyanya.
Sejak pembukaan acara Festival Keanekaragaman Budaya ke-10 yang digelar oleh Kotamadya Distrik 1 Paris, foto Tenny Schneider tidak saja mencuri perhatian publik, tetapi juga banyak yang ingin memilikinya. Dilaporkan Antara, beragam karya foto Tenny didominasi kehidupan manusia, hanya satu dua foto yang menampilkan pemandangan alam Indonesia.
Namun, kata panitia pameran Sita Phulpin, sejumlah pihak menilai di situlah kekuatan Tenny sebagai seorang fotografer. Foto-fotonya sangat berkarakter. Ekspresi wajah orang-orang yang menjadi obyeknya tampil secara kuat. Melalui wajah-wajah dengan latar rumah atau tempat mereka beraktivitas sehari-hari, Tenny berhasil bercerita tentang Indonesia yang sesungguhnya.
Kepolosan dan keceriaan anak-anak yang tengah bermain atau guratan-guratan bijaksana tempaan pengalaman hidup di wajah orang-orang tua terekam dengan baik dalam foto-foto karya Tenny. Sejumlah pengunjung bahkan ada yang menyatakan sangat tersentuh dan sampai menitikkan airmata.
Foto Tenny yang paling menarik perhatian adalah profil wanita tua yang hidup dalam kesederhanaan dan tetap harus bekerja mencari nafkah di usia senja. "Foto-foto saya banyak sekali mendapatkan pujian dari pengunjung dan mendapatkan tawaran untuk melakukan pameran di negara lain, salah satunya Kolombia dan India. Juga banyak tawaran kerja sama," ujar Tennys.
Karya lain perempuan asal Lampung yang ramai mendapat pujian adalah Borobudur memancarkan suasana pagi yang banyak dinilai penontonnya bernilai magis. Foto itu menuai banyak pujian, bahkan tawaran kerja sama dari beberapa fotografer profesional Prancis ingin menyempatkan diri datang ke Borobudur menikmati dan mengabadikan momentum serupa.
Tenny Schneider, yang biasa disapa Makcik oleh rekan kerjanya, sering memburu foto ke berbagai wilayah, bahkan ke Afrika dan India. Bersama rekannya pelukis Ronnie Jiang (40) berdomisili di Paris, Prancis, Tenny pernah ikut pameran di gedung pameran di Chelsea College of Arts, London, Kerajaan Inggris. Di sana juga menampilan karya foto seni seorang perempuan Yakuza untuk pameran di London, dan merupakan pengalaman pertama kalinya tampil di ajang internasional. (*)