3 Warga Cilincing Tewas Tersengat Listrik saat Banjir, DPRD DKI Soroti Anggaran Rp 2,8 Triliun

Selasa, 13 Januari 2026 - Soffi Amira

MerahPutih.com - Tiga warga Cilincing, Jakarta Utara, meninggal dunia tersengat aliran listrik saat banjir menerjang rumahnya.

Ketiga korban tewas akibat kesetrum yang berasal dari alat elektronik yang terendam banjir.

Pasangan suami istri (pasutri) dan seorang ibu rumah tangga yang tinggal di kawasan Cilincing, Jakarta Utara, tewas tersengat aliran listrik saat banjir menerjang.

Anggota Komisi DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Bun Joi Phiau, mengaku keprihatinan atas meninggalnya tiga orang saat banjir besar melanda Ibu Kota pada Senin (12/1) kemarin.

Baca juga:

Update Banjir Jakarta: 11 RT Masih Terendam, Ribuan Warga Bertahan di Pengungsian

Berkaca dari kejadian itu, Bun mengungkit anggaran Pemprov DKI Jakarta untuk pengendalian banjir yang nilainya sebesar Rp 2,8 triliun.

"Ke mana hasil dari anggaran yang sebesar Rp 2,8 triliun itu. Ini merupakan uang yang ditarik dari pajak masyarakat. Tapi dalam kenyataannya, Pemprov DKI masih belum juga bisa mengatasi persoalan banjir itu dari waktu ke waktu," ucapnya, Selasa (13/1).

"Tragisnya, sekarang yang terjadi adalah melayangnya nyawa 3 orang warga karena tersengat listrik saat banjir. Dengan anggaran sebesar itu, harusnya banjir kemarin tidak separah ini. Harusnya, Pemprov DKI dapat melakukan persiapan-persiapan yang bisa mencegah keadaannya seperti kemarin," lanjutnya.

Bun meminta agar Pemprov DKI lebih serius lagi dengan tidak hanya melihat banjir sebagai rutinitas yang diakibatkan oleh faktor-faktor alam saja, melainkan kondisi yang bisa ditanggulangi dampak-dampaknya untuk menjaga keselamatan warga Jakarta.

Baca juga:

Banjir Rawa Buaya, Sudin Salahkan Inisiatif Warga Lubangi Turap Malah Jadi Blunder

Ia pun menyayangkan sikap Pemprov DKI yang seolah-olah mengganggap banjir sudah biasa-biasa saja. Padahal, tugas Pemerintah DKI adalah untuk menghadapi itu semua dan menyelesaikan, bukannya malah berpasrah diri.

"Mentok-mentok semua itu disalahkan kepada kondisi alam. Kalau hanya bisa menyalahkan, artinya Pemprov DKI juga tidak siap. Jadi tolong gunakan uang pajak masyarakat Jakarta ini sebaik-baiknya untuk menyelamatkan nyawa para warga juga," pungkasnya. (Asp)

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan