MERAHPUTIH.COM - KAWASAN Manggarai, Jakarta Selatan, tak hanya menjadi salah satu simpul transportasi tersibuk di Jakarta. Lahan milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI di kawasan tersebut mulai dikembangkan menjadi hunian vertikal yang terintegrasi dengan transportasi publik.
KAI melakukan groundbreaking pembangunan Hunian Manggarai, Jumat (21/8). Proyek ini akan berdiri di atas lahan sekitar 2,2 hektare dan menyediakan total 3.784 unit hunian. Pengembangan tersebut terbagi dalam dua blok. Blok G seluas sekitar 7.000 meter persegi akan menampung 1.276 unit, sedangkan Blok F dengan luas sekitar 1,5 hektare akan menyediakan 2.508 unit.
Hunian akan dibangun dalam delapan tower dengan ketinggian setiap tower 24 lantai. Selain tempat tinggal, kawasan ini juga akan dilengkapi 150 unit retail yang ditujukan untuk mendukung kebutuhan penghuni. Hal yang menjadi daya tarik utama proyek ini yakni lokasinya. Hunian dibangun di kawasan Manggarai yang terhubung langsung dengan jaringan transportasi publik.
Stasiun Manggarai saat ini menjadi salah satu titik dengan mobilitas penumpang yang sangat tinggi. Setiap hari, sekitar 162 ribu pelanggan menggunakan stasiun tersebut dengan sekitar 700-750 perjalanan kereta api, termasuk Commuter Line Jabodetabek dan Commuter Line Basoetta. Dengan konsep tersebut, penghuni nantinya dapat tinggal di kawasan tengah kota sekaligus memiliki akses yang dekat ke transportasi massal.
Baca juga:
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait mengatakan pembangunan hunian di kawasan strategis seperti Manggarai menjadi salah satu bentuk kolaborasi untuk menyediakan tempat tinggal yang lebih terjangkau bagi masyarakat.
“Kolaborasi menjadi penting agar penyediaan rumah bagi masyarakat dapat berjalan lebih cepat,” ujar Maruarar, Jumat (21/8).
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan proyek tersebut dikembangkan dengan tiga prinsip, yakni layak, terjangkau, dan berkelanjutan. Bukan hanya menyediakan tempat tinggal, KAI juga memastikan pemanfaatan aset perusahaan tetap memperhatikan keselamatan dan kelancaran operasional kereta api.
Pengembangan hunian di Manggarai diarahkan agar masyarakat dapat tinggal di tengah kota dengan akses yang dekat terhadap transportasi publik.
Bobby Rasyidin, Direktur Utama KAI
Pilihan Unit yang Beragam
Unit yang disediakan di hunian vertikal ini beraga. Blok G akan memiliki tipe studio 28, tipe 36 dengan dua kamar tidur, hingga tipe 45 dengan dua kamar tidur. Sementara itu, Blok F akan menyediakan tipe 36, tipe 45, hingga tipe 52 yang memiliki tiga kamar tidur.
KAI menyebut hunian tersebut diarahkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah sesuai kualifikasi dan ketentuan pemerintah.
Pembangunan keseluruhan proyek ditargetkan berlangsung selama 18 bulan sejak groundbreaking. Jika terealisasi sesuai rencana, kawasan Manggarai nantinya tidak hanya menjadi tempat bertemunya berbagai perjalanan kereta api, tetapi juga menjadi salah satu kawasan hunian vertikal di tengah Jakarta yang menawarkan akses langsung ke transportasi publik.(knu)
Baca juga:
324 Unit Hunian Bagi Warga Bantaran Rel Capai 99 Persen, Hutama Karya Percepat Pembangunan