166 Sekolah Rakyat Sudah Berdiri, Legislator Ingatkan Prabowo Sumbawa Jangan Dianaktirikan
Kamis, 15 Januari 2026 -
Merahputih.com - Anggota Komisi V DPR RI, Mori Hanafi, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Presiden Prabowo Subianto yang telah merealisasikan 166 titik Sekolah Rakyat. Program ini direncanakan terus berekspansi hingga mencapai target 500 titik di seluruh pelosok Indonesia.
Mori menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bukti nyata keberpihakan negara terhadap anak-anak dari keluarga prasejahtera yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan formal. Ia memandang Sekolah Rakyat sebagai instrumen vital untuk memutus rantai kemiskinan melalui jalur edukasi.
Baca juga:
Putus Rantai Kemiskinan, Prabowo Targetkan 500 Ribu Murid Masuk Sekolah Rakyat
“Ini langkah besar dan sangat strategis. Presiden Prabowo menunjukkan bahwa negara hadir untuk anak-anak yang paling membutuhkan. Sekolah Rakyat adalah simbol keadilan sosial di bidang pendidikan,” ujar Mori dalam keterangan tertulisnya, Kamis (15/1).
Politisi Fraksi NasDem ini menilai kehadiran Sekolah Rakyat menjadi solusi konkret dalam menekan angka putus sekolah. Selain itu, program ini diharapkan mampu mencetak generasi baru yang kompetitif dan siap membangun daerah asal mereka.
Secara khusus, Mori mendorong pemerintah agar Pulau Sumbawa, terutama wilayah Bima dan Sumbawa, mendapatkan porsi prioritas dalam target pembangunan 500 sekolah tersebut. Ia beralasan bahwa kebutuhan akses pendidikan di wilayah tersebut masih sangat tinggi.
“Target 500 Sekolah Rakyat ini harus dibagi secara adil. Daerah-daerah yang masih tertinggal, seperti sebagian wilayah di Pulau Sumbawa, harus menjadi perhatian utama,” tegas Mori.
Baca juga:
Retret Kabinet di Hambalang Bahas Swasembada Pangan hingga Sekolah Rakyat
Guna mempercepat realisasi, Mori juga mendesak pemerintah daerah agar bersikap proaktif. Ia meminta daerah segera menyiapkan lahan serta data akurat mengenai anak putus sekolah agar bantuan tepat sasaran.
“Ini momentum besar. Jangan sampai peluang ini lewat tanpa kesiapan daerah,” pungkasnya.